Headline9.com, BANJARBARU – Kebun Raya Banua telah menyelesaikan program strategis terkait pengembangan kawasan. Pada 2025 kemarin, peningkatan kualitas jalan kurang lebih 850 meter dari total 4 kilometer, rampung dikerjakan.
Dituntaskannya peningkatan kualitas jalan, mulai dari pengerasan hingga pengaspalan diyakini mampu memberikan dampak positif. Di atas luas lahan mencapai hingga 100 hektare, Kebun Raya Banua kini memiliki jalan mulus seluruhnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kebun Raya Banua, Firmansyah, mengungkapkan, peningkatan kualitas jalan dan kawasan vital lainnya sudah terkonsep dalam masterplan Kebun Raya Banua. “Kita memastikan agar pengunjung dapat menikmati kawasan atau areal Kebun Raya Banua yang baru. Pengembangan ini sudah ada dalam masterplan yang sebelumnya telah dirancang,” ungkap Firmansyah, pada Jumat (9/1/2026).
Tercapainya kegiatan strategis tersebut, menurut dia, juga tak lepas dari dukungan penuh Komisi II, Komisi III DPRD, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kalimantan Selatan. Utamanya, Gubernur Kalsel H Muhidin bersama Tim Ahli Gubernur (TAG) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“Dengan adanya dukungan ini tentu upaya-upaya kita ke depan akan jauh lebih baik lagi prospeknya, baik terhadap tingkat kunjungan maupun pada sektor pendapatan daerah,” kata Firman. Biaya untuk kegiatan pengaspalan di Kebun Raya Banua, dialokasikan seluruhnya lewat APBD 2025.
Pengaspalan tuntas, tahap selanjutnya akan kembali dibangun jembatan penghubung antara pintu utara ke pintu utama. “Apabila sudah terhubung, maka pengunjung dapat mengeksplorasi seluruh areal Kebun Raya Banua. Tidak melulu di kawasan pintu utara saja tapi bisa juga di utama,” ujarnya.
Berdasarkan laman spse.inaproc.id, nama kegiatan dalam proses tender itu adalah Pengadaan Jalan ROW 8 Kebun Raya Banua dan dimenangkan PT BUMI BENAYA KONSTRUKSI dengan nilai kontrak Rp2,78 miliar lebih dari pagu Rp3,1 miliar yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025. Kegiatan tersebut sesuai Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dilaksanakan pada 12 November – 18 Desember 2025 atau 30 hari kalender.
“Tapi dalam pelaksanaan, penyedia dikenakan denda karena melewati batas kontrak. Sehingga pengerjaan aspal diperpanjang pada 19 November dan baru rampung pada 29 Desember 2025,” papar Kasi Pengembangan dan Pemanfaatan Kawasan pada Kebun Raya Banua, Herlina Sari.
Sementara untuk jembatan penghubung, kata dia, masih dalam tahap berproses. “Saat ini kita sedang dalam proses tender (lelang). Untuk jembatannya sendiri, di perencanaan adalah box culvert dengan volume 12 meter (panjang) x 6 meter (lebar). Rencana kita targetkan pembangunannya pertengahan Februari sampai Agustus 2026 dengan pagu anggaran sebesar Rp2,1 miliar,” pungkasnya. Kegiatan ini dipastikan merupakan program strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Kebun Raya Banua sebelumnya juga menyelesaikan peningkatan kualitas di areal vital melalui kegiatan Pengadaan Paving Kebun Raya Banua. Berdasarkan laman spse.inaproc.id, total pagu anggaran dari kegiatan tersebut dialokasikan sebesar Rp707 juta lebih dan dilaksanakan oleh CV PUTRA SANGGA BANUA dengan nilai kontrak Rp555 juta lebih.
Reporter: Riswan | Editor: Nasrullah

