BerandaBanjarDPRD Kabupaten Banjar Desak Solusi Penurunan Debit Sungai Martapura, BWS Sepakat Buka...

DPRD Kabupaten Banjar Desak Solusi Penurunan Debit Sungai Martapura, BWS Sepakat Buka Pintu Air

Headline9.com, MARTAPURA – Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III menyetujui pembukaan pintu air menuju Sungai Martapura setelah didesak DPRD Kabupaten Banjar dalam rapat gabungan, Kamis (16/7/2026). Keputusan itu diambil menyusul penurunan debit sungai yang menyebabkan 52,9 ton ikan budidaya mati dan kerugian pembudidaya mencapai Rp1,2 miliar.

Rapat dipimpin Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Banjar H Ali Murtadho bersama Wakil Ketua Komisi II Rahmat Saleh. Hadir pula jajaran Komisi I, II, III, dan IV, serta perwakilan DKPP, DPRKPLH, Dinas PUPRP, Dinas Kesehatan, BPBD, sejumlah kecamatan terdampak, BWS Kalimantan III, Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan, dan Buser 690.

Pembahasan berfokus pada penurunan debit Sungai Martapura yang diduga dipengaruhi pengaturan pintu air. Kondisi tersebut berdampak pada budidaya ikan keramba di Desa Sungai Arpat, Mali-Mali, Sungai Asam (Kecamatan Karang Intan) dan Pingaran Ulu (Kecamatan Astambul).

Data Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar mencatat sebanyak 52,9 ton ikan mati pada 6–9 Juli 2026. Sedikitnya 282 unit keramba milik pembudidaya terdampak dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp1,2 miliar.

BACA JUGA :  Pemilu Makin Dekat, 86 Warga Binaan LPKA Martapura Rekam KTP Elektronik

Dalam rapat, sejumlah anggota DPRD meminta BWS Kalimantan III segera mengambil langkah konkret agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Anggota DPRD Kabupaten Banjar dari Fraksi PAN, Abdul Basith mengatakan masyarakat di wilayah terdampak menggantungkan penghasilan dari budidaya ikan keramba. Menurutnya, diperlukan solusi yang dapat mengakomodasi kebutuhan irigasi sekaligus menjaga keberlangsungan usaha para pembudidaya.

Senada, Anggota Komisi II DPRD M Zaini meminta BWS tidak hanya berpegang pada aspek administratif, tetapi juga mempertimbangkan dampak ekonomi yang dialami masyarakat. Ia berharap pembukaan pintu air dapat segera dilakukan untuk mengurangi potensi kerugian yang lebih besar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan BWS Kalimantan III Muhammad Fauzi menjelaskan pembukaan penuh pintu air juga harus memperhatikan kebutuhan sektor lain, seperti pasokan air baku BPAM Banjarbakula dan irigasi pertanian di Kecamatan Sungai Tabuk serta Martapura Barat.

Meski demikian, BWS menyatakan bersedia membuka pintu air dengan pengaturan tertentu. Selama ini bukaan pintu air menuju Sungai Martapura dan saluran irigasi pada musim kemarau sekitar 20 sentimeter.

BACA JUGA :  Bupati Banjar Ikuti Secara Virtual Upacara Peringatan Hari Pahlawan di TMP Kalibata

“Kami rencanakan pembukaan selama dua pekan, tetapi terlebih dahulu memastikan kondisi lahan pertanian di daerah irigasi Riam Kanan. Mekanismenya akan diatur melalui sistem buka-tutup agar kebutuhan irigasi, perikanan, dan distribusi air baku tetap terpenuhi. Kami juga akan menyusun SOP teknisnya,” ujar Fauzi.

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Banjar Sipliansyah Hartani mengatakan ikan yang mati terdiri atas sekitar 30 ton ikan bawal dan 22 ton ikan nila.

Ia merinci, keramba terdampak tersebar di Desa Sungai Arpat sebanyak 210 unit milik 53 pembudidaya, Desa Mali-Mali 28 unit milik 14 pembudidaya, Desa Sungai Asam 4 unit milik satu pembudidaya, dan Desa Pingaran Ulu 43 unit milik delapan pembudidaya.

Sipliansyah menambahkan, sebelum musim kemarau DKPP telah mengeluarkan peringatan kepada pembudidaya sejak 2 April 2026 berdasarkan prakiraan BMKG dan informasi dari BWS Kalimantan III. Sosialisasi dilakukan melalui radio, media sosial, grup WhatsApp pembudidaya, serta surat pemberitahuan terkait rencana pengeringan saluran irigasi. Namun, menurutnya, masih terdapat pembudidaya yang belum mengindahkan imbauan tersebut.

Reporter: Riswan | Editor: Nasrullah

- Advertisment -
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
headline9.com
headline9.com
headline9.com
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular