Home ┬╗ Pasca Banjir, Volume Sampah Meningkat

Pasca Banjir, Volume Sampah Meningkat

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print

HEADLINE9.COM, BANJARBARU – Bencana banjir yang melanda Kota Banjarbaru dan sekitarnya bukan hanya meninggalkan sederetan dampak kerugian yang cukup besar.

Namun, pasca banjir yang juga menyisakan pekerjaan rumah yang harus diatasi secara bersama. Di antaranya penanganan permasalahan sampah dan lumpur.

Sudah pasti hampir di setiap lokasi yang terkena banjir ditemukan banyak tumpukan sampah dan timbunan lumpur.

Hal ini terbukti, volume sampah di Kota Banjarbaru yang bertambah, yakni rata-rata naik sekitar 35 ton per hari setelah banjir yang biasanya hanya 125 ton sejak 15 Januari.

“Memang mengalami peningkatan dari biasanya dalam sehari 125 ton lebih dan pasca banjir mengalami kenaikan hingga 170 ton,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (LH) Banjarbaru Hafid, ┬áJumat (29/1/2021) siang.

Hafid menambahkan, kenaikan volume sampah hingga hari ini mulai menurun, yakni hanya 140 ton saja. Hal ini sesuai dengan data di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sejak 15 Januari hingga sekarang.

Selain itu, terjadinya penambahan volume sampah disebabkan hasil giat DLH membersihkan sampah banjir dan barang buangan sampah masyarakat yang membersihkan rumah, tidak hanya itu beberapa pohon tumbang juga menambah volume sampah di TPA.

“Hingga saat ini DLH terus memantau melalui para petugas pengawas di lapangan dan langsung membersihkan jika mendapat informasi apabila terdapat titik-titik tumpukan sampah sisa pasca banjir,” tegasnya.

DLH Banjarbaru, dikatakan Hafid sudah mengerahkan 45 truk untuk mengangkut sampah ke tempat penampungan akhir (TPA) sampah. Dan ritase yang biasanya 56 rit menjadi 63 rit per hari pasca banjir.

Selain itu, petugas dan armada juga diberi tambahan pekerjaan membantu membersihkan sampah dan menolong warga pengungsi banjir. Pihaknya terus mengupayakan agar semua sampah bisa terangkut ke TPA dengan maksimal supaya tidak terjadi penumpukan.

“Untuk kendala yang dialami sulitnya armada yang mengangkut sampah menuju TPS karena ada beberapa akses jalan yang tengeelam,” tandasnya.

Baca Juga