Wisata Dadakan Pasca Banjir di Liang Anggang

HEADLINE9.COM, BANJARBARU – Pasca Banjir, Sungai Kampung Baruh Pengayuan, kelurahan Landasan Selatan Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru, jadi wisata dadakan, dan menjadi magnet baru bagi ribuan warga sekitarnya.

Sungai sepanjang sekitar 400 meter ini dipenuhi warga, lantaran sungai buatan mengalir air yang jernih dan menjadi wisata air gratis bagi warga sekitar.

Sebelumnya sungai tersebut hanya tempat pemancingan, dan seminggu terakhir berubah menjadi pemandian warga setiap harinya, mulai orang dewasa hingga anak-anak.

Menyikapi hal itu, Kapolsek Banjarbaru Barat Kompol Andri Hutagalung S.ab, M.Ap, bersama Camat Ahmad Rivai, dan Danramil Liang Anggang menindaklanjuti kejadian tersebut, Rabu (3/3) siang.

Kompol Andri Hutagalung, Kapolsek Banjarbaru Barat, mengatakan diduga datangnya masyarakat dari luar daerah karena melihat postingan status Whatsapp ataupun media sosial yang memperlihatkan air yang ada di sungai itu bersih dan jernih pasca banjir, sehingga banyak yang menggunakannya untuk berenang gratis, dan nongkrong hingga menimbulkan kerumunan.

“Langkah persuasif dan edukasi dilakukan secara sinergi dan bersama-sama dengan melaksanakan Operasi Yustisi imbauan terkait protokol kesehatan dan bahaya dalam penyebaran Covid-19 dilingkungan sekitar, sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat yang berasal dari luar daerah bahwa lokasi tersebut bukanlah tempat wisata,” ujar Kompol Andri.

Lanjut, dari hasil kesepakatan rapat yang dilaksanakan di kantor Kecamatan Liang Anggang dan seluruh pihak terkait tempat wisata air dadakan pasca banjir akan dilakukan penutupan mulai Kamis (4/3/2021) yang akan dilakukan penjagaan dari satgas Covid-19 tingkat Kecamatan.

“Penutupan dilakukan untuk kebaikan dan kesehatan bersama guna menghindari potensi bahaya penyebaran Covid-19 di Kota Banjarbaru dan sekitarnya,” tegas Kompol Andri.

Sementara itu, Camat Liang Anggang Ahmad Rivai mengungkapkan penutupan wisata air dadakan di kampung Baruh Pengayuan bukan untuk membatasi warga dalam berkegiatan maupun berjualan, hal ini sebagai upaya mencegah terjadinya kluster baru di Kota Banjarbaru yang disebabkan wisata air dadakan ini.

“Sebelumnya kami sudah menghimbau warga untuk tidak menimbulkan kerumunan di sungai itu, tetapi kami tidak bisa bertindak sendiri dan hari ini Polsek Banjarbaru Barat, Danramil Liang Anggang dan tim satgas Covid-19 bersama pihak terkait lainnya mengambil tindakan menutup tempat ini,” tandas Rivai.