GAPKI Kalsel Apresiasi Pemerintah Memajukan Kelapa Sawit

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

HEADLINE9.COM, KANDANGAN – Pengurus Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalsel mengapresiasi berbagai dukungan yang sudah dilakukan pemerintah pusat untuk memajukan perusahaan sawit secara umum di Indonesia dan khususnya di Kalsel.

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua GAPKI Kalsel, Totok Dewanto didampingi Sekretarisnya Hero Setiawan saat menghadiri acara 14th Indonesian Palm Oil Confrence and 2019 Price Outlook (IPOC) dengan tema “Indonesia Palm Oil Development: Contribution to SDGs” di Sofitel, Nusa Dua, Bali, Senin (29/10) sore.

Ketua GAPKI Kalsel, Totok Dewanto didampingi Sekretarisnya Hero Setiawan mengatakan bahwa pemerintah Indonesia di kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) sekarang ini melalui berbagai kebijakan terus mendorong pengembangan sektor kelapa sawit di Indonesia.

Berbagai dukungan untuk terus memajukan perusahaan kelapa sawit dari pemerintah seperti program mandatory B20, pengembangan pasar ekspor baru, sumber daya manusia (SDM) kelapa sawit di berbagai perguruan tinggi serta mengampanyekan industri sawit sampai keluar negeri.

BACA JUGA :  Fikry – Syamsuri Realisasikan Janji Politik, Salah Satunya Daftarkan Warga di Asuransi Kesehatan Semesta

“GAPKI Kalsel sangat mengapresiasi dengan berbagai dukungan sudah diberikan pemerintah untuk terus memajukan kelapa sawit di Indonesia,” ujarnya.

Hal senada juga diutarakan Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran Presiden Joko Widodo pada peresmian pembukaan IPOC 2018.

“Dukungan Bapak Presiden kepada sektor kelapa sawit sangat besar. Ini ditunjukkan dengan berbagai kebijakan pemerintah yang mendorong pengembangan sektor kelapa sawit termasuk pada program peningkatan produktivitas dan peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat,” ujarnya.

Produksi minyak sawit Indonesia mencapai 42 juta ton di mana 30 juta ton akan diekspor. “GAPKI siap menyediakan bahan baku. Dengan pasokan minyak sawit sebesar ini, program biodiesel tidak pernah kesulitan bahan baku,” katanya.

Sementara Jokowi mengatakan sektor kelapa sawit sangat membanggakan. Namun masih banyak tantangan pengembangan sektor kelapa sawit ke depan seperti peremajaan perkebunan sawit rakyat, perluasan pasar ekspor, hilirisasi, serta implementasi program B20.

BACA JUGA :  Di Tengah Pandemi Corona, Jangan Lupakan Hari Bumi

“Produksi 42 juta ton minyak sawit itu sangat besar. Nilai devisa ekspornya mencapai lebih Rp 300 triliun,” ujarnya.

Indonesia adalah produsen minyak sawit terbesar dunia. Untuk mempertahankan posisi tersebut, tidak harus dengan memperluas lahan. “Saya ingin produktivitas ditingkatkan dulu. Jangan sampai kalah dari negara tetangga, toh kita sama-sama pintar,” kata Jokowi.

Ada lima hal yang harus dilaksanakan supaya pengembangan sektor kelapa sawit bisa berkontribusi kepada SDGs (Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan). Pertama, tata kelola perkebunan kelapa sawit harus semakin ramah lingkungan. Karena itu perlu memaksimalkan pemanfaatan teknologi.

Kedua, percepatan peremajaan perkebunan sawit rakyat. Ketiga pasar ekspor harus dikembangkan. Keempat dan kelima adalah hilirisasi industri sawit dan implementasi program mandatori biodiesel B20. (mbur)

Baca Juga