Sulitnya Membongkar Jamban Terapung di Telok Selong

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Siapa bilang program jamban terapung mudah. Sebelum membongkar dan benar-benar bersih dari atas sungai, terlebih dahulu ada solusi berupa pembuatan jamban komunal dan individual. Setelah itu, kadang urusan belum selesai, perkara angkat jamban dari sungai sering menyisakan kendala berlarut-larut.

Hal itu terlihat dari negosiasi alot Kepala Bidang Cipta Karya PUPR Galuh Tantri Narindra bersama dua kasinya dengan Kepala Desa Telok Selong Syarifudddin, di kantor pambakal kemarin (1/11) petang. Kendati program tersebut sangat bersinar di Telok Selong, PUPR kembali membujuk kepala desa dan aparatnya. Mengajak masyarakat sadar sendiri mengangkat dan menghancurkan jamban setelah mendapat program tersebut di rumah-rumah warga.

“Silakan bongkar semua jamban terapung di sini. Tapi kami butuh bantuan aparat seperti Satpol PP, sifatnya memperkuat bahwa program tersebut memang sangat penting,” kata Syarifuddin.

BACA JUGA :  Tak Bisa Bekerja, Ribuan Sopir Batubara Bakal Demo ke Polda, DPRD Prov dan Gubernur Kalsel

Sebelumnya, ujar Syarifuddin sempat menunggu waktu dan jadwalnya bongkar sekaligus atau serentak yang dipimpin kepala daerah. Menurutnya, program jamban terapung bukan perkara baru. Sejak arisan jamban sudah berjalan di Telok Selong. Kemudian ada lagi pembangunan pembersihan jamban dengan ganti wc komunal, awalnya 2011 tadi pihaknya mendapat program 25 wc ditambah 40 unit dari provinsi.

Di era Guru Khalil, ujarnya kembali mendapat bantuan program jamban individual sebanyak 50 unit safety tank. Sedangkan dana desa diperuntukkan untuk pembangunan bilik wc. Dana desa berbasis sanitasi, ujarnya sangat berjalan di Telok Selong.

Dari target 50, pihaknya berhasil membangun 92 unit dan terbaru hampir 100 unit. Total anggaran yang habis sekitar Rp300 juta. Ia mengaku sangat mendukung program era Guru Khalil yang bercita-cita membersihkan sungai dari Jamban Terapung.

BACA JUGA :  Lihan Dituntut Hukuman Tiga Tahun Penjara.

“Total jamban yang diangkat serentak 27 unit. Kami butuh bantuan pemerintah daerah, itu saja. Saya siap membongkar semua jamban asalkan dibantu. Kalau masyarakat tidak mau bongkar, akan saya bongkar lagi jamban individual milik masyarkat yang sudah dibangun dari dana desa,” tegasnya.

Kabid Cipta Karya PUPR Galuh Tantri Narindra berjanji menjadwalkan pembongkaran serentak di Telok Selong. Diakuinya, program jamban sangat berhasil di sana, kepala desa dan seluruh aparat aktif mengurus sanitasi sehat. Pihaknya berharap ada kesadaran bersama membongkar sendiri jamban terapung milik mereka.(syafii)

Baca Juga