Home ยป Dinas PUPR Tanbu Gelar Pelatihan Perkumpulan Petani Pemakai Air.

Dinas PUPR Tanbu Gelar Pelatihan Perkumpulan Petani Pemakai Air.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print

BATULICIN,headline9.com – Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Tanah Bumbu mengeluhkan masih minimnya sarana primer dan infrastruktur penunjang irigasi bagi pertanian.

Hal itu terungkap dalam Pelatihan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), yang dihelat Dinas PUPR kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (8/6/2021), di Hotel Ebony.

Pelatihan sendiri diselenggarakan dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional. Yakni, dari hasil pembinaan dan pelatihan tersebut, P3A bertugas untuk melihara dan merawat setiap irigasi yang ada di wilayahnya dan dapat mengoperasikan pintu air irigasi.

Ketua P3A Harapan Jaya Suwito, yang merupakan salah satu peserta mengharapkan dengan adanya pelatihan ini bisa menunjang keberhasilan para petani di Tanah Bumbu.

“Untuk Fasilitas masih kurang, kami berharap kepada Dinas PUPR bisa membantu masalah debit air yang masih kurang,” ungkapnya.

Ia juga menyatakan lahan petani yang mempunyai lebar 40 sampai 70 hektar belum terjangkau.

Sebab pintu yang mengakses air ke irigasi mulai rusak semua.

“Kami meminta agar pintu air bisa di akomodir,” tegasnya.

Pelatihan diikuti 75 peserta dari beberapa desa yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu. Melalui program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) PUPR mengembangkan program pengelolaan air bagi petani.

Plt Kepala Dinas PUPR Tanah Bumbu Subhansyah menjelaskan, pelatihan P3A ini bertujuan untuk meningkatkan, serta merumuskan strategi penguatan kelembagaan menuju keberdayaan P3A dalam pengelolaan air irigasi.

“Mereka kita lakukan pembinaan dan pelatihan agar dapat mengatasi setiap permasalahan di wilayahnya yang menyangkut Irigasi dan pengairan bagi Masyarakat sekitar Irigasi,” katanya.

Dengan begitu, pelayanan untuk pengairan bagi lahan dan pertanian warga dapat teratasi dan dapat terkontrol oleh P3A,” jelas
Subhansyah.

Baca Juga