Sajian 41 Macam Wadai dan Panjatkan Rasa Syukur! Petani Kembali Gelar Selamatan Padang yang Sempat Vakum Selama 20 Tahun

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

HEADLINE9.COM, MARTAPURA -Menjelang musim bercocok tanam, masyarakat Desa Keramat Baru dan Desa Pekauman Dalam, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar menyelenggarakan selamatan padang.

Diisi doa bersama agar hasil tani akan datang lebih melimpah dan berkah dilaksanakan di lokasi persawahan yang ada di Desa Keramat Baru, pada Jumat (09/11/2018) petang.

Kepala Desa Keramat Baru Muslim menuturkan, kegiatan selamatan padang ini dulunya sering dilakukan oleh para tetuha desa, namun sempat terhenti sekitar 20 tahun.

“Dulu selalu mengadakan selamatan menjelang musim tanam, tapi sudah hampir 20 tahun. kita bersama masyarakat kembali melaksanakan tahun ini,” katanya

Ditambahkan Muslim, kegiatan selamatan padang ini bertujuan untuk mengharap rida ilahi, dengan cara membacakan doa, agar di jauhkan dari berbagai marabahaya yang menyebabkan gagal panen.

BACA JUGA :  Banjar Usung Sasirangan Motif Intan di ajang Inacraft

“Mudah-mudahan petani dapat hasil yang banyak, dan dijauhkan dari segala kemungkinan yang dapat menyebabkan gagal panen, “ucapnya

Selamatan Padang itu di isi doa bersama, dan juga menyajikan 41 macam kue khas banjar, serta pemotongan ayam kampung.

Sementara PLT Kasi Pengelolaan Lahan dan Air dari Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Kabupaten Banjar Rahmatullah yang juga turut hadir dalam selamatan padang itu menyampaikan, pihaknya sangat mengapresiasi dengan diadakannya selamatan padang yang diselenggarakan oleh masyarakat dalam menyambut kegiatan tanam di musim ini.

“jadi lahan yang sudah kita optimalisasi ini, yang tadinya lahan ini hanya satu kali dalam satu tahun ditanami padi, semoga bisa kita jadikan menjadi dua kali dalam satu tahun, agar hasil yang didapat masyarakat juga lebih banyak, ”katanya

BACA JUGA :  Bupati Banjar Sambut Kunjungan WAPDA

Rahmat juga mengatakan, normalisasi lahan untuk wilayah keramat baru ini seluas 20 hektar. Dan rencananya ke depan, di wilayah tersebut akan dibangunkan tanggul, normalisasi saluran.

“diharapkan dengan adanya tanggul itu agar luapan sungai dapat tertahan supaya tidak terlalu masuk ke area persawahan, dan pada saat nanti musim kemarau, air itu tidak terlalu cepat hilang, ”ujarnya

selain itu Rahmat juga menambahkan, pihaknya akan terus membantu masyarakat dalam menerapkan sistem tanam dua kali setahun.

“kita punya tim penyuluh untuk terjun langsung kelapangan, dan dapat memberikan cara-cara atau mengajari para petani, termasuk untuk membantu petani dalam hal mengusir hama, ”pungkasnya. (sairi)

Baca Juga