Home ยป Pasca Pemberlakuan PTM Terbatas Di Tanbu , 920 Guru Vaksin.

Pasca Pemberlakuan PTM Terbatas Di Tanbu , 920 Guru Vaksin.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print

BATULICIN,headline9.com – Walaupun penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di semua sekolah jenjang TK, SD dan SMP di Kabupaten Tanah Bumbu sudah memasuki hari kedua, ternyata masih ada sebanyak 920 guru yang belum divaksin Covid-19.

Padahal, vaksinasi bagi tenaga pengajar ini menjadi bagian wajib sebagai syarat pelaksanaan PTM. Menyadari hal ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Bumbu, menggandeng Dinas Kesehatan dilinkup pemkab yang sama, menggelar vaksinasi bagi guru, Selasa (14/9/2021) di halaman belakang Disdikbud setempat.

Menurut Sekretaris Disdikbud Tanah Bumbu, Aminuddin, guna mendukung pelaksanaan PTM terbatas, pihaknya harus memastikan semua tenaga pengajar harus bervaksin. Karena sebagai salah satu syarat wajib.

“Vaksinasi ini menyasar semua guru yang belum pernah divaksin. Dari data yang direkap dinas, terdapat 920 yang belum pernah mengikuti vaksin,” ujarnya.

Sehingga, pihaknya langsung bersikap dan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Tanah Bumbu, untuk menyiapkan tenaga vaksinator dan vaksin bagi guru dari 10 kecamatan.

“Tetapi dalam perjalanannya, sebanyak 200 lebih tenaga pengajar dari Kecamatan Satui dan Angsana diarahkan melakukan vaksinasi di Puskesmas terdekat diwilayah masing-masing,” ujarnya.

Sehingga, untuk vaksinasi di Kantor Disdikbud ini hanya menyasar sekitar 600 tenaga pengajar, yang tersebar di 8 Kecamatan. Diantaranya Batulicin, Simpang Empat, Kusan Hilir, Karang Bintang, Sungai Loban, dan lainnya.

“Karena ada sisa ratusan dosis vaksin, kami sarankan juga guru-guru SMK untuk bervaksin disini,” lanjutnya.

Ditegaskannya, guna mengantisipasi mencuatnya klaster baru penyeberan Covid-19 akibat aktivitas PTM, pihaknya menekankan agar semua tenaga pengajar harus menjalani vaksinasi. Kecuali bagi guru yang bisa ditolerir dengan alasan medis.

“Mungkin mereka ada tekanan, atau penyakit-penyakit kronis yang vaksinator jugavtidak berani memberikan layanan vaksinasi,” tandasnya.

Diterangkannya, jumlah guru tenaga pengajar di Kabupaten Tanah Bumbu untuk jenjang TK, SD dan SMP mencapai 6 ribu lebih. Sebelumnya, 5 ribuan guru sudah melaksanakan vaksinasi ini. Terkait usulan peserta didik juga diberikan vaksinasi, tergantung kesiapan pemerintah daerah.

“Jumlah peserta didik jenjang SD dan SMP di Tanah Bumbu sekitar 45 ribu orang. Sehingga butuh banyak dosis vaksin untuk menyasar mereka.

Ia berharap, melalui vaksinasi tenaga pengajar, tidak muncul kasus Covid-19. Sehingga program pembelajaran tatap muka bisa berkelanjutan dan kembali normal seperti sedia kala.

Terpisah, tenaga pengajar penerima manfaat vaksinasi, Fauzi mengaku sangat senang akhirnya bisa disuntik vaksin. Alasannya selama ini ia tidak bisa menerima vaksinasi karena alasan medis dan kondisi kesehatan.

“Syukurlah akhirnya saya bisa divaksin. Karena sangat penting bagi kami sebagai pengajar untuk mendukung pelaksanaan PTM,” kata tenaga pengajar dari SMP Negeri 1 Batulicin ini.

Disebutkannya, PTM menjadi bagian tak terpisahkan dari proses belajar mengajar di sekolah. Sehingga sudah menjadi impian semua pihak agar bisa digelar kembali ditempat semestinya.

“Saya berharap, juga masyarakat pun berharap kondisi ini bisa kembali seperti dulu. Semoga PTM ini mengembalikan suasana masa lalu dan bisa menuju new normal,” pungkasnya.

Dari pantauan di lokasi kegiatan, ratusan tenaga pengajar datang secara bertahap untuk menjalani vaksinasi. Mereka melalui berbagai tahapan, dari screening hingga suntik vaksin.

Menariknya, sebagian besar dari mereka saat petugas vaksinator memasukkan jarum suntik secara perlahan, wajah-wajah pucat pasi dan tegang menahan nyeri mewarnai kegiatan ini.

Dalam kegiatan vaksinasi di Kantor Disdikbud Tanah Bumbu, Dinas Kesehatan setempat menyediakan 920 dosis vaksin dan menerjunkan tim vaksinator dari 6 Puskesmas.

Baca Juga