Tiap Desa Diuji Kreatifnya dalam Bursa Inovasi Desa se-Banjar

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa menggelar Pembukaan Bursa Inovasi Desa se-Kabupaten  Banjar Tahun 2018, di SDN Bertaraf Internasional, Desa Indrasari, Kecamatan  Martapura, pada Rabu (14/11/2018) siang.

Berbagai macam hasil produksi bumdes dipamerkan oleh desa-desa di kegiatan tersebut, selain itu juga berbagai macam inovasi desa turut serta di pamerkan. Salah satunya Desa Cabi Kecamatan Simpang Empat yang berhasil mengubah tempat pembuangan sampah menjadi taman membaca.

Sementara untuk bumdes berbagai macam yang ditampilkan oleh setiap desa diantaranya pengolahan susu sapi menjadi susu bubuk, madu kalulut, sepat pedas.

BACA JUGA :  Deklarasi Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banjar H Aspihani mengatakan, dasar pelaksanaan berdasarkan surat dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI tertanggal 19 September 2018 tentang Pelaksanaan Bursa Inovasi Desa.

“Kegiatan ini sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan dana desa, dengan memberikan rujukan inovasi pembangunan desa dalam pengembangan potensi ekonomi lokal dan Kewirausahaan, pengembangan sumber daya manusia serta infrastruktur desa,” katanya.

Aspihani juga menambahkan, kegiatan tersebut adalah wujud mendukung program Bupati Banjar yang menginginkan penghapusan seribu jamban terapung. Pihaknya bersyukur pada Bursa Inovasi Tahun 2018 ini, salah satunya adalah penghapusan jamban dengan cara arisan jamban di Desa Keliling Benteng Ulu, Kecamatan Martapura Barat.

BACA JUGA :  Polres Ogan Ilir Ringkus Pengguna Narkotika dan Pemilik Senpi

“Tujuan akhir pelaksanaan kegiatan ini adalah semua desa berkomitmen untuk merefleksikan  inovasi yang bisa diterapkan di desanya masing-masing dan dianggarkan di APBDes pada 2019 serta pada tahun berikutnya. Bisa menjadi masukan atau ide terhadap perencanaan pembangunan desa, ”ujarnya.

Sedangkan Sekda Banjar H Nasrun Syah menegaskan, tiap inovasi desa dibagi tiga terobosan yaitu sumber daya manusia, kewirausahaan, dan infrastruktur. Memajukan bumdes, terang Nasrun Syah harus dilakukan secara bersama, pasalnya kalau menyentuh pasar, semuanya harus bersinergi agar lebih kuat.(mam)

 

Baca Juga