Basarnas Banjarmasin Gunakan Aqua Eye Untuk Cari Korban Tenggelam

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

headline9.com, MARTAPURA – Adanya informasi korban tenggelam di Sungai Martapura desa Antasan Senor, Selasa (15/3/2022) sekitar pukul 00.30 wita. Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin langsung turun melakukan pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin Al Amrad S.Sos, langsung memerintahkan anggotanya untuk berangkat menuju lokasi kejadian.

Tim yamg diterjunkan berjumlah 6 orang, dengan menggunakan sarana 1 Unit Truck personil, Rubber Boat, GPS, Alat Komunikasi, APD Covid 19, serta 1 set peralatan terbaru Basarnas bernama Aqua Eye

Menurut Al Amrad selaku SAR Mission Coordinator (SMC) operasi SAR kali ini menjelaskan Basarnas Banjarmasin baru saja kedatangan dua alat canggih yaitu Aqua Eye dan Under Water Search Device.

“Kedua alat tersebut merupakan peralatan yang dikirim dari Kantor Pusat Basarnas di Jakarta untuk mendukung operasi SAR di daerah,” ujarnya.

BACA JUGA :  Sidang Kode Etik Kasus Asusila Oknum Polisi, Polda Kalsel Rekomendasikan PTDH

Saat ini, lanjutnya, alat tersebut kami pergunakan pada giat operasi SAR di Sungai Martapura di desa Antasan Senor.
Saat ini Basarnas Banjarmasin memang sangat perlu memiliki kedua alat canggih tersebut, guna mendukung operasi SAR khususnya di perairan laut, sungai atau danau yang ada di Kalimantan Selatan.

Kepala Basarnas Banjarmasin, melalui koordinator lapangan Deni Arizal mengatakan, saat ini menggunakan alat Aqua Eye untuk melakukan pencarian korban di sungai desa Antasan Senor.

“Kami berupaya memaksimalkan pengunaan alat tersebut dengan menyisir sungai di sekitar lokasi kejadian, tentu nya dengan dukungan peralatan operasional lainnya,” terang Deni.

Dijelaskannya, alat Aqua Eye atau sonar pendeteksi bawah air ini berfungsi dan dipergunakan saat mendeteksi keberadaan korban di kedalaman air dengan sistem pendeteksian frekuensi, sonar atau scanning.

BACA JUGA :  Tim Gabungan Kembali Patroli Eks Lubang Tambang Liar

“Jadi alat ini bisa dioperasionalkan dengan short range (jarak pendek), medium range (jarak menengah) serta long range (jarak jauh). Maksimal jaraknya 50 meter di kedalaman air. Jadi kita bisa dapat melakukan scanning untuk segera mengetahui keberadaan korban atau ada tidaknya korbannya,” jelasnya.

Sampai berita ini diturunkan, tim rescue Basarnas Banjarmasin yang tergabung dalam tim SAR Gabungan masih melakukan upaya pencarian dengan memaksimalkan sarana prasarana yang dimiliki. “Kami berupaya agar korban segera kita temukan tentunya dengan bantuan serta sinergitas semua unsur potensi SAR yang terlibat pada operasi kali ini, jelas Al Amrad. (nsh)

Baca Juga