Headline9.com, BANJARBARU – Dalam rangka peringatan hari jadi ke-23 Kota Banjarbaru, tentu harus menjaga marwahnya untuk pembangunan yang lebih signifikan kedepanya lagi agar Banjarbaru layak menjadi Kota masa depan.

Hal ini disampaikan Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin, seusai buka bersama dan sholat hajat di Mesjid Agung Al Munawarah Banjarbaru, Rabu (20/4/2022) malam.
“Sesuai dengan Visi dan Misi Banjarbaru yang maju, agamis dan sejahtera walaupun masih di suasana Covid-19 bagi kami ini tidak mengurangi semangat dari Hari Jadi Kota Banjarbaru,” ucapnya.
Ia melanjutkan sebagai sebuah kota yang maju dan menata diri dengan segala potensi dan pembangunan kota yang semakin berkualitas di segala bidang, tidak lepas dari peran seluruh aparatur pemerintah Kota Banjarbaru beserta seluruh pihak terkait.
“Kami berharap kerja keras, kerja sama dan kebersamaan dapat terus kita tumbuh kembangkan dan harmonisasi serta sinergi untuk pencapaian kemajuan pembangunan Kota Banjarbaru yang maju, agamis dan sejahtera,” ucapnya.
Masih kata Aditya, dalam langkah kedepannya akan tetap menjaga, merawat pembangunan yang telah dilakukan dan akan melanjutkan amanah yang seharusnya dilaksanakan demi kesejahteraan warga Kota Banjarbaru.
Semangat tersebut yang harus di sebar luaskan di seluruh pelosok Kota Banjarbaru. Semangat untuk menjadi pemenang inilah yang juga harus ditanamkan di setiap insan warga kota, di setiap langkah pengabdian, serta di setiap karya dan kinerja.
“Kita prioritaskan tata ruang wilayah lebih detail, menyesuaikan Banjarbaru sebagai Ibu Kota Provinsi dan sebagai penyangga Ibu Kota Negara, mudah-mudahan dalam waktu dekat rancangan detail tata ruang (RDTR) akan kita launching kan,” ucapnya.
Dilain hal, Aditya juga mengatakan bahwa tahun ini merupakan tahun ketiga melaksanakan ibadah Ramadhan di masa pandemi Covid-19. Meski begitu semua patut besyukur masih di beri kesehatan dan kesempatan untuk menunaikan amal ibadah Ramadhan tahun ini.
“Namun tentunya dengan penerapan protokol kesehatan sebagai kebiasaan baru atau kenormalan baru yang harus tetap jalani, Dan bersama sama dalam pemulihan ekonomi agar semua nyaman dan aman dalam beraktifitas selama Ramadhan maupun setelah Ramadhan,”pungakasnya.