Menjelang Sahur, Terjadi Pengeroyokan di Simpang Anem Dan Pusara

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

Headline9.com, BANJARMASIN – Terjadi pengeroyokan serta penganiayaan disekitaran Simpang Amen dan Pusara, Banjarmasin Barat, Minggu (17/4/2022) menjelang sahur.

Akibatnya, sedikitnya dua korban yaitu AR (24) dan AMP (17) mengalami luka-luka.

Salah satu korban, AMP mengaku saat sebelum kejadian sekitar pukul 01.00 Wita, ia bersama temannya berada di area sekitar Gang Pusara Kecamatan Banjarmasin Barat sedang menunggu untuk melakukan begerakan sahur (membangunkan sahur).

“Saat itu saya sedang duduk bersama teman menunggu begarakan sahur. Tiba-tiba ada tiga orang yang masing-masing menaiki motor matic lewat meneriaki kami woy woy kemudian berhenti dan menyerang dengan sajam,” ucap AMP. Rabu (20/4/2022).

“Kedua teman saya lari duluan, saya tertinggal dibelakang dan dikeroyok hingga terluka dibagian tangan dan kepala,” lanjutnya.

Ia mengungkapkan, dia sama sekali tidak kenal dengan para pelaku dan diduga pelaku memang ingin menyerang namun sepertinya salah sasaran.

“Yang saya ingat saat terjatuh dan dikeroyok ada yang bilang lain, lain, lain (bukan, bukan, bukan),” ungkapnya.

Sementara itu, Kakak Korban AMP menyebutkan bahwa sebelumnya korban tidak diberi izin untuk melakukan begerakan sahur jadi tidak mungkin kalau sebelumnya ada masalah dengan orang-orang itu.

“Kali ini diijinkan, karena mau menginap ditempat saudara dan begerakan sahur juga niatnya baik aja,” terangnya.

Ia berharap agar polisi segera menyelesaikan kasus penganiayaan yang menimpa adiknya serta menangkap pelaku secepatnya.

“Semoga lekas diproses oleh kepolisian karena ini cukup meresahkan warga terutama yang harus keluar beli makan untuk sahur,” harapnya.

Selain AMP, kejadian serupa juga terjadi di Simpang Anem Kecamatan Banjarmasin Barat dengan korban berinisial AR yang mau melakukan sahur bersama dirumah teman.

BACA JUGA :  Wakil Ketua Bhayangkari Kalsel Berikan Bingkisan Tali Asih Peringati 29 Tahun Pengabdian Alumni Akpol 1991

“Saat itu pukul 03.00 wita, saya dan empat teman saya lainnya saat itu mau melakukan sahur bersama,” ungkap AR.

“Tiba tiba datang sekitar 20 orang tidak dikenal yang tiba-tiba meminta air minum, namun dia teriak-teriak arogan. Karena melihat kelakuannya seperti itu jadi kami bilang tidak ada,” terangnya.

Kemudian karena tidak diberi, segerombolan orang tersebut mulai teriak dan mulai melempari pekarangan rumah dengan balok dan sampah.

“Mereka kemudian berteriak ke kami dengan kata kata sombongnya dan pelit sambil melempari kami, namun tidak ada yang kena,” ujarnya.

Tidak terima dengan kejadian itu akhirnya korban pun menjawab omongan mereka yang akhirnya membuat tiga orang dari gerombolan tersebut menerobos masuk ke pekarangan rumah. Tidak ingin meladeni keributan, empat orang teman korban pun langsung masuk ke dalam rumah dan tidak sadar kalau si AR tertinggal di luar.

“Saya tertinggal diluar kemudian dikeroyok tiga orang dengan sajam hingga terluka dibagian muka, kepala dan tangan,” ungkapnya.

Untungnya disekitar lokasi tersebut ada anggota polisi yang langsung menolong dan mengamankan dua orang pelaku pengeroyokan tersebut.

“Setelah didatangi polisi selanjutnya gerombolan orang tersebut bubar melarikan diri,” tuturnya.

Dari kejadian tersebut, kemudian para korban yang merasa dirugikan atas perbuatan tersebut melaporkan kejadian ke Mapolsek Banjarmasin Barat dan hingga saat ini kasus masih terus berjalan.

Mengingatkan kembali, sebelumnya Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat Ipda Hendra Agustian Ginting telah membenarkan adanya kejadian tersebut.

BACA JUGA :  Tak Terima Ditegur, Tiga Orang Langsung Mengeroyok

Ia juga mengungkapkan bahwa para pelaku yang diamankan dalam peristiwa ini semua masih di bawah umur.

“Karena masih anak di bawah umur semua, sementara kami berlakukan wajib lapor,” ungkap Ipda Hendra Agustian Ginting.

Bukan tanpa motif, kejadian yang berawal pada tanggal 17 april 2022 di Gang Pusara tersebut berawal dari adanya bergerakan sahur dan ada yang merasa terganggu dengan hal tersebut kemudian ditegur hingga terjadi perkelahian.

“Bukan melapor ke polisi yang bersangkutan di hari yang sama malah membawa teman teman dan terjadilah penyerangan di Simpang Anem,” ungkapnya.

Menanggapi kejadian tersebut, ia mengimbau kepada masyarakat agar dalam membangunkan sahur juga tetap memperhatikan hak kepentingan pribadi orang lain seperti orang yang sedang sakit, punya bayi dan sebagainya agar tidak memancing emosi masa.

“Kami imbau kepada masyarakat Membangunkan sahur itu adalah perbuatan baik, tapi juga perlu dilakukan dengan cara yang santun dan baik untuk menambah kualitas kebaikan itu sendiri,” imbaunya.

Ia juga mengimbau untuk orang tua untuk lebih menjaga anaknya dengan lebih banyak melakukan kegiatan positif di bulan ramadhan ini.

“Masih banyak kegiatan positif di bulan ramadhan yang bisa dilakukan oleh anak anak, seperti mengaji di mesjid, itikaf dan lain lain,” tutur Kanit.

Ia juga mengingatkan agar tetap jaga situasi tetap kondusif terutama di bulan ramadhan yang suci ini.

“Apabila ada hal-hal yang dapat menimbulkan gangguan Kamtibmas maka segera berkoordinasi dengan pihak Kepolisian,” pungkasnya. (d)

Baca Juga