Anggota DPRD Banjar Hampir Baku Hantam di Rapat Paripurna

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

Headline9.com, MARTAPURA – Memalukan, perhelatan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Banjar hampir berujung adu jotos antar sesama wakil Rakyat yang terhormat, Rabu (27/4/2022).

Untungnya, baku hantam antar anggota DPRD Kabupaten Banjar tersebut tak sempat terjadi, karena sempat dilerai anggota DPRD lainnya.

Sebelum kejadian memalukan tersebut terjadi, Rapat paripurna dengam tiga agenda, dan salah satunya adalah Pemilihan dan Penetapan Pimpinan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar.

Selama paripurna berlangsung, rapat tersrbut sudah dihujani intrupsi oleh anggota DPRD Kabupaten Banjar.
Pasalnya, adanya dugaan pemalsuan tandatangan Pimpinan DPRD Kabupaten Banjar, yakni M Rofiqi, sehingga terjadi perubahan pada agenda rapat paripurna.

BACA JUGA :  Koordinasi antar Instansi, Kapolres Banjar Terima Kunjungan Kepala LPKA Martapura

Rofiqi yang tak terima tandatangannya dipalsukan, mencoba meminta klarifikasi terkait tandatangan palsu yang telah diparaf tersebut dihadapan sejumlah anggota dewan yang berhadir pada rapat paripurna. Paripurna sempat diskors tiga kali sebelum akhirnya diberhentikan.

“Kalau ini tidak benar, kenapa diparaf dan dibagikan. Karena berdasarkan keterangan ibu (salah satu staf) perubahan dilakukan pada 25 tadi, bukan saat Banmus,” ujar Rofiqi.

Selanjutnya, Saidan Fahmi dari Fraksi Demokrat, menyarankan agar langsung menanyakan perihal pemberian paraf tersebut kepada yang bersangkutan, yakni Ahmad Rizanie Anshari, selaku Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Banjar yang memimpin gelaran rapat Banmus.

BACA JUGA :  Latih Menjahit Kaum Ibu dari 4 Kecamatan

Ahmad Rizanie mencoba meluruskan saat itu dirinya meminta agar direvisi terkait jadwal Pemilihan dan Penetapan Pimpinan Ketua Komisi IV.

“Agenda tersebut, jangan di dalam rapat paripurna. Karena di forum rapat paripurna itu nantinya menjadi satu kesatuan, yakni setelah terpilih langsung ditetapkan,” ujarnya.

Selanjutnya, Rofiqi dan sejumlah anggota dewan menuju Polres Banjar untuk melaporkan terkait perihal pemalsuan tandatangan dikegiatan DPRD Kabupaten Banjar. (lin)

Baca Juga