Santai Malam di Kawasan “Taman Gelap” di Banjarbaru

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

Liat Landmark Kota Yang Tak Sempurna di Kota Idaman

Ada ungkapan membangun lebih mudah dari merawatnya. Itu ternyata benar adanya, seperti salah satu kawasan di Kota Idaman, yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah kota setempat.

Nasrullah, BANJARBARU

KOTA Banjarbaru merupakan salah satu kota masa depan di Kalimantan Selatan, selain sudah tertata dengan baik, proses pembangunanya pun berjalan, dari fisik sampai kawasan pertamanan yang tersebar di seluruh penjuru kota.

Dari sekian banyak taman di Kota Banjarbaru diantaranya adalah taman Sakura Masjid Al Munawarah, Van Der Pijl, Taman Air Mancur, Taman Pintar, Bougenville, semuanya bagus dan indah saat pagi sampai sore harinya.

Tidak dengan malam hari, hanya sebagian taman saja yang masih bisa dinikmati keindahannya, karena kurangnya pencahayaan pada kawasan taman, sehingga hilang keelokannya bahkan rawan menjadi tempat mesum, karena didukung suasana gelap.

Seperti kawasan taman di samping Masjid Al Munawarah, saat penulis berjalan ke kawasan itu, suasana indah siang hari hilang. Bahkan terkesan sedikit membuat bulu kuduk merinding.

BACA JUGA :  Desa Telaga Baru Turut Serta Dalam Lomba Desa 2020.

Pasalnya kawasan itu gelap dan minimnya pencahayaan di sekitar taman. Sejatinya, di kawasan taman atau ruang terbuka hijau tersebut memiliki sarana pencahayaan. Namun, entah kenapa seiring berjalan waktu taman itu kian gelap, karena sarana pencahayaan yang rusak dan tak di ganti oleh dinas pengempu taman tersebut.

Tak hanya itu saja, landmark yang bertuliskan Banjarbaru dengan neon yang ada di sekitaran kawasan tersebut sudah ada huruf yang tidak menyala. Ini terlihat jelas di malam hari.

Kalau lampu taman yang kecil memang bisa ditepis dengan dalih tak terlihat. Walaupun sebenarnya cahaya sekecil apapun dapat terlihat jelas dalam gelap. Namun, lampu di huruf Landmark yang tidak menyala itu sangat jelas terlihat, diantara huruf lainnya yang menyala terang.

Kembali ke taman, tidak salah kalau ada warga sekitaran kawasan jalan Trikora yang biasa mondar mandir di kawasan itu mengatakan kalau kawasan taman di malam hari hampir mirip dengan kuburan, sama-sama gelap.

Santi, warga yang tinggal di kawasan Trikora menceritakan, taman tersebut banyak di kunjungi warga dari pagi sampai sore. Bahkan kadang malam hari juga ada orang yang santai di taman itu, ada yang sendiri, ada juga berpasangan.

BACA JUGA :  Pemkab Banjar Resmikan Taman Wisata Baca di Sungai Pinang.

“Alangkah baiknya kalau lampu taman ini dinyalakan dimalam hari. Karena rawan sekali kawasan taman yang gelap dan sunyi disalahgunakan orang, apalagi taman ini disamping masjid,” ceritanya.

Mungkin nasib yang sama juga dialami oleh taman-taman lain serta berbagai aset yang ada juga tak terawat dengan baik. Tentunya ini sangat ironis, satu sisi terus membangun, sisi lainnya tak merawat apa yang sudah di bangun.

Seperti, beberapa waktu lalu, penulis juga mengunjungi embung yang berada di kawasan Kecamatan Cempaka. Kondisinya juga memprihatinkan, selain tingginya sedimentasi yang mengakibatkan pendangkalan, sehingga waduk tidak berfungsi secara maksimal.

Kondisi tanggul sekeliling waduk juga ditumbuhi ilalang dan rumput liat yang tingginya melebihi tinggi orang dewasa. Kondisi tersebut berudah berlangsung berbulan-bulan.

Mari Budayakan rasa malu. Malu tak bisa mengemban tugas yang sudah diamanahkan kepada masing-masing elemen. (*)

Baca Juga