IPeKB Cabang Balangan Berikan Pelayanan KB di Puskesmas Awayan

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, PARINGIN – Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB Indonesia) Pengurus Cabang Balangan, melaksanakan pelayanan Keluarga Berencana Alat Kontrasepsi Jangka Panjang (KB MKJP) pada kegiatan TNI Manunggal KB-Bangga Kencana-Kesehatan Terpadu, di aula Fasilitas Kesehatan, UPT Puskesmas Awayan, Rabu (21/09/2022).

Pada kegiatan ini hadir, Sekretaris Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk-KB) Kabupaten Balangan, Akhmad Sauki, Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, BKKBN Prov Kalsel, Mahendra, Camat Awayan, dan unsur Forkompim Kecamtan Awayan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Dalduk-KB Kabupaten Balangan, Akhmad Sauki menerangkan kegiatan ini dalam rangka TNI manunggal KB Bangga Kencana, intinya adalah memberikan pelayanan KB.

“Kegiatan pada hari ini sebenarnya adalah kegiatan dalam rangka manunggal KB Bangga Kencana yang pada intinya adalah kita memberikan pelayanan KB kepada masyarakat calon akseptor, khususnya di Kecamatan Awayan,” ucapnya.

BACA JUGA :  Geger, Api Hanguskan 5 Rumah Warga Desa Kasai, Balangan

Akhmad Sauki juga mengharapkan kegiatan ini berujung pada upaya untuk penurunan stunting di Kabupaten Balangan, karena dengan banyaknya akseptor yang menggunakan alat kontrasepsi, jarak kehamilan, jarak kelahiran di masyarakat bisa diperlebar.

“Artinya memberi kesempatan kepada keluarga untuk memberikan pelayanan, memberikan kesejahteraan kepada anggota keluarga yang lebih baik, tentunya dengan memberikan nilai gizi yang baik juga kepada keluarga,” terang Akhmad Sauki.

Sementara itu, Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, BKKBN Prov Kalsel, Mahendra menyampaikan ucapan terimakasih kepada penyelenggara kegiatan.

“Tentunya kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran di Kabupaten Balangan, dan juga tentunya dari Dandim di Balangan, terkait dengan pelaksanaan pelayanan KB TNI Manunggal KB Bangga Kencana Kesehatan Terpadu pada hari ini,” ucapnya.

BACA JUGA :  Balangan Laksanakan Bimtek SAKIP RB

Mahendra juga menambahkan, bahwa terlayani sekitar 32 akseptor implant, tentunya ini merupakan salah satu langkah dalam hal percepatan penurunan stunting karena memang dari beberapa literatur mengatakan bahwa sebenarnya langkah pertama, awal dalam hal untuk penurunan stunting ataupun angka kematian ibu dan angka kematian anak salah satunya adalah perencanaan keluarga.

“Tentu harapannya dengan perencanaan keluarga, setiap keluarga itu agar kelahiran atau kehamilan itu yang terencana, sehingga nanti kalau terencana, akan mampu menghasilkan keluarga berkualitas,” harap Mahendra.

Baca Juga