Kenalkan Objek Wisata Pekauman ke Masyarakat, Susur Sungai Menyusul Bila RTH KH Salim Ma’ruf Ramai

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

HEADLINE9.COM, MARTAPURA –  Taman Wisata Kuliner di RTH KH Salim Ma’ruf mendukung wisata susur sungai Martapura yang masih dalam tahap penyempurnaan.

Tahap awal rencana besar itu,  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjar membangun 10 buah gazebo dan tempat parkir serta lokasi tempat berjualan kuliner lokal.

Pembangunan taman wisata bersumber dari DAK pemerintah pusat 2018 sebesar Rp1,3 miliar. Proyeknya itu antara lain pembangunan siring, pedestrian, pagar pembatas, dan lampu taman. Terakhir adalah pembangunan gazebo di atas siring.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjar Haris Rifani mencari cara agar RTH itu ramai sepanjang tahun. Banyak kreasi yang dibuat, artinya tidak sekadar seremoni peresmian saja ramai, di sisa hari lain kembali sepi.

BACA JUGA :  Detik-Detik Gempa Donggala Sulawesi Tengah

Pasalnya, lokasinya sangat strategis antara Kampung Melayu dan Pekauman yang dihubungkan dengan jembatan.

“Kami sudah studi ke Kalbar cara mengelola susur sungai dengan segala kendalanya.  Banyak alternatif susur sungai, bisa dari Masjid Al Karomah atau RTH Pekauman. Tapi finish tetap di Rumah Banjar,” ungkap Hari lagi.

Bupati Banjar H Khalilurrahman menyatakan, RTH KH Salim Ma’ruf salah satu ikhtiar menambah destinasi wisata kuliner dan susur sungai.

Objek wisata ini perlu diekspos, ujarnya agar masyarakat umum mengetahuinya dan bisa mengunjunginya.

Kehadiran tempat wisata baru ini sejalan dengan program pemerintah dalam membangun desa konsep pendekatan “Desa Membangun” dan “Membangun Desa” di sektor pariwisata.

BACA JUGA :  Balangan Mulai Laksanakan PTM Terbatas, Tim Satgas Imbau Pelajar Taati Prokes

Karena setiap desa memiliki kekayaan potensi wisata menarik, salah satunya wisata kuliner.

“Desa Pekauman memiliki potensi wisata kuliner, yang perlu dikembangkan secara kreatif, agar bisa meningkatkan perekonomian masyarakatnya,” ungkap Guru Khalil.

Ia minta, seluruh desa mampu menggali potensi desanya masing-masing untuk dikembangkan secara kreatif.

Kelola lokasi yang dinilai strategis, dengan membuat sudut-sudut unik dan menarik untuk berfoto misalnya.

“Karena saat ini sebuah tempat jadi menarik, jika bagus untuk berfoto dan bisa dipajang di media sosial.  Jadi, silakan kembangkan potensi yang ada dengan tetap menjaga nilai kearifan lokal, budaya dan keagamaan,” pungkasnya.

Baca Juga