Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Hukum dan Peristiwa
  4. »
  5. Hari Pangan Sedunia Mapala Graminea Bagikan Pangan di Bundaran Banjarbaru

Hari Pangan Sedunia Mapala Graminea Bagikan Pangan di Bundaran Banjarbaru

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, BANJARBARU – Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Graminea Faperta ULM Banjarbaru lakukan aksi dan pembagian sayur, untuk peringati Hari Pangan Sedunia di Bundarang Simpang Empat Banjarbaru, Jumat (13/10/2023) sore.

Aksi peringatan Hari Pangan Sedunia tesebut melibatkan para pemerhati lingkungan, Ormawa dan Pecinta Alam se Kalimantan Selatan, serta dijaga oleh Kepolisian Resort Kota Banjarbaru untuk arus lalin dan juga keamanan.

Ketua Umum Mapala Graminea Faperta ULM Banjarbaru, Ananda Muslim mengatakan, peringatan Hari Pangan Sedunia tersebut merupakan program kerja pihaknya yang digelar setiap tahunnya.

“Dalam kegiatan ini kami membagikan pangan berupa 100 ikat buah dan sayur gratis untuk masyarakat yang melintas di Jalan Ahmda Yani Banjarbaru,” jelasnya.

BACA JUGA :  Perkelahian Maut, Pria Tewas Dengan Usus Terburai di Jalan Gubernur Soebarjo

Muslim juga mengingatkan terkait kemarau panjang dan Karhutla yang mengakibatkan merosot hasil pertanian dari para petani. “Jadi kami sebagai mahasiswa membantu dan menyampaikan sesui apa yang kami bisa,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Aksi Pujiono menerangkan tuntutan aksi terbut pihaknya mendesak kepada pemerintah dan aparat berwajib untuk segera melakukan regulasi terkait kebijakan-kebijakan yang merugikan terhadap lahan produktif dan pertanian.

“Untuk contoh, seperti yang terjadi di Batu Licin ada hasil pertanian yang penuh dengan debu pertambangan batubara, serta tidak ada kejelasan terhadap lahan kelola rakyat di sana,” bebernya.

BACA JUGA :  Disersi, Anggota Polres Banjar Dipecat Tidak Hormat

Tuntutan tesebut dikeluarkan oleh pihaknya karena Kalsel merupakan pangan dan juga menopang oangan di Ibu Kota Negara (IKN), sehingga pihaknya meminta agar pemerintah harus lebih tegas dalam pengelolaan lahan pertanian baik gambut atau lahan basah.

“Selain itu, ada juga di derah Jejangkit lahan pertanian pangan yang sengketa dengan beberapa pihak dan di Teluk Kapayang masyarakat digusur oleh perusahaan yang mendapatkan kebijakan langsung oleh oknum pemerintahan tersebut,” pungkasnya.

Reporter: Mada Al Madani
Editor: Nasrullah

Baca Juga