Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Kalsel
  4. »
  5. Wow! Investasi Tertinggi di Kalsel Kuat Dipegang Pertambangan

Wow! Investasi Tertinggi di Kalsel Kuat Dipegang Pertambangan

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, BANJARBARU – Iklim investasi mineral disektor pertambangan batu bara Kalsel rupanya terbilang sangat baik. Triwulan ke III, semester II 2023 merealisasikan Rp4,86 triliun. Sedangkan total keseluruhan hingga September, angka investasinya naik tajam hingga Rp13,72 triliun setara di atas 80%.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Endri, menuturkan, nilai investasi Kalsel tahun ini memang diakui jauh lebih baik ketimbang tahun 2022 lalu. Alasannya, pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19.

Angka investasi yang dihasilkan pun sangat membanggakan. Termasuk, menggeliatnya bisnis pertambangan yang jadi penopang tertinggi.

“Jadi memang kita akui tren investasi di triwulan ke III jauh meningkat hampir mendekati Rp14 triliun,” ujar dia, di ruang kerjanya, Jumat (25/11) sore.

Apalagi, mulai bergeraknya bisnis penanaman modal (investasi) di Kalsel mengakibatkan pertumbuhannya mengalami kemajuan yang sangat pesat.

Endri menerangkan, tahun ini target investasi di Kalsel harus menyentuh Rp16 triliun. “Memang saat ini persentasenya sudah di atas 80%. Artinya, kita tinggal mengejar 20% lagi agar targetnya tercapai,” bebernya.

BACA JUGA :  Sulit Dipercaya, Pambakal Lok Buntar Aniaya Warga

Dilihat dari sorotan realisasi investasi Kalsel terhitung Januari – September 2023 sudah mendapatkan nilai sekitar Rp9,47 triliun atau 69,04% melalui Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) di Kalsel sudah berada angka capaian persentase 30,96% atau US$287.049,90.000 apabila dinominalkan sebanyak Rp4,24 triliun.

Penghasil lainnya yang mempengaruhi nilai tambah investasi di provinsi ini juga diiringi perdagangan, perkebunan dan reparasi. Dan semuanya terpenuhi oleh seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

“Kalau tahun kemarin kan target kita hanya sekitar Rp12 triliun dan itu tercapai 100% lebih. Artinya, ada kenaikan Rp4 triliun ini dan trennya tahun ke tahun diharapkan semakin membaik,” harap Endri.

Sementara untuk Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan ke III tahun 2023 juga menunjukkan angka yang fantastis yaitu sebesar Rp1,11 triliun (64,39%).

Dari data PMPTSP, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) juga malah cenderung tinggi. Tercatat PMDN di triwulan yang sama sebesar Rp1,94 triliun (62,14%).

Namun sekali lagi, diterangkan Endri, bahwa daerah iklim investasi yang sudah dianggap bergerak cepat dan positif di tahun ini khususnya pertambangan dipegang terbesar pertama Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu). Kedua adalah Kota Saijaan, Kotabaru.

BACA JUGA :  Pesan World CleanUp Day 2018 dari Kabupaten Banjar

Terlebih, kedua daerah ini cukup memberikan kontribusi terhadap nilai potensial tertinggi investasi di Kalsel. Namun demikian, juga ada daerah lainnya penghasil batu bara, seperti Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Tapin, Banjar, Tabalong dan Balangan.

“Dari PMA untuk Kotabaru (Rp2,04 T – 48,17%), Tanah Bumbu (Rp752,52 M – 17,71%), Tanah Laut (Rp383,45 M – 9,03%), Tabalong (Rp324,69 M – 7,64% dan Balangan (Rp252,70 M – 5,95%),” jelas Endri.

Kendati 5 daerah ditopang PMA. Ternyata 5 kabupaten dan 1 kota lainnya di Kalsel mendapat investasi melalui Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada triwulan III dipegang unggul Tanah Bumbu (Rp5,12 T – 54,08%), disusul kedua Banjarmasin (Rp1,18 T – 12,47%). Sedangkan, ketiga adalah Tapin (Rp675,42 – 7,13%).

“Keempat Kabupaten Banjar Rp568,70 M setara 6,00% dan kelima Kotabaru Rp447,73 M (4,73%),” tutupnya.

Reporter : Riswan Surya
Editor : Nasrullah

Baca Juga