Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Kalsel
  4. »
  5. Awas! Kalsel Tertinggi ke 6 Penyalahgunaan Narkoba, Komunitas APAN Edukasi…

Awas! Kalsel Tertinggi ke 6 Penyalahgunaan Narkoba, Komunitas APAN Edukasi Bahayanya Lewat ‘Aruh’ Seminar

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, BANJARBARU – Kalsel tercatat sebagai kawasan rawan ke enam tertinggi pengguna narkoba secara nasional. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) menyebut sudah ada 57.723 kasus penyalahgunaan narkoba sejak 4 tahun terakhir.

Kurun waktu tersebut dimulai tahun 2019 – 2023. Yang mana, Kalsel juga didapuk sebagai provinsi yang rawan terhadap narkoba dengan prevalensi 1,8 atau 3,4 juta penduduk. Dari data berkata, Kalsel memiliki 139 kawasan rawan narkotika dan patut diberantas.

Oleh karena, saat ini pemerintah daerah, BNN, kepolisian dan organisasi peduli narkoba mulai bersatu untuk menekan sekaligus mengentaskan peredaran barang haram tersebut agar tak semakin merusak.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Sulkan, mengajak seluruh lapisan masyarakat agar mampu bersama-sama memerangi narkoba.

IMG 20231128 WA0105

“Pemerintah telah meluncurkan program-program inovatif untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat tentang bahaya narkoba dan mereka dapat berperan dalam melindungi keluarga,” ujar Sulkan, saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, di aula Diklat BPSDMD Kalsel, di Banjarbaru, Selasa (28/11) siang.

Apalagi, narkoba merupakan ancaman serius yang perlu penanggulangan serius agar generasi bangsa dapat terselematkan. Ini juga tantangan nyata yang harus jadi perhatian oleh seluruh kalangan. Tak hanya instansi vertikal saja melainkan masyarakat umumnya.

BACA JUGA :  Cukai Rokok 2023 - 2024 Naik 10%, Pemprov Kalsel Makin Untung Gede

Diketahui pula, Kalsel cukup tinggi peredarn sabu. Dampak ini dipengaruhi perekonomian. Sehingga, memunculkan niat buruk demi mengejar keuntungan namun dihadapkan dengan cara yang salah.

“Rencana aksi yang digelar ini menjadi aksi kongkrit untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya narkoba, menguatkan peran keluarga, dan menciptakan pertumbuhan lingkungan positif, sehingga anak kita merasa aman dan nyaman bersama keluarga,”ucap Paman Birin melalui isi sambutan.

Lewat seminar yang digelar Aliansi Pemuda Anti Narkoba (APAN) tentu merupakan gerakan nyata dalam mengentaskan penyalahgunaan narkoba. Apalagi tema yang diangkat serasi dengan apa yang digaungkan pemerintah bersama stakeholder terkait.

Acara yang mengangkat tema ‘mencari titik temu aman keluarga kami dalam permasalahan perkembangan narkoba yang meraja lela’ menjadikan kegiatan tersebut sebagai pondasi kuat untuk membentuk karakter menjaga nilai-nilai postif dalam bermasyarakat.

Maka dari itu, penanganan masalah narkoba memerlukan kerjasama, lintas sektor, lintas generasi dan lintas komunitas. “Organisasi APAN yang menyelenggarakan seminar ini mencerminkan semangat kolaboratif dan inspirasi bagi masyarakat lain untuk menjauhi yang namanya narkoba,” ucapnya.

“Saya mengajak seluruh peserta dan masyarakat se Kalsel bersama-sama mendengarkan pemikiran dan pengalaman dari para ahli, praktisi, tokoh masyarakat yang menjadi pembicara pada seminar ini,” ucapnya.

BACA JUGA :  Menteri Agraria RI Serahkan Sertifikat Warga Kalsel

Sementara itu, Dewan Pengawas (Dewas) APAN Kalsel, Yupiter Manaha, mengungakapkan, digelarnya acara tersebut mendorong agar orang-orang tidak mudah terlena dan terpuruk hidupnya akibat narkoba.

Jelas, kata dia lagi, bangsa yang sehat adalah calon generasi membangun negara khususnya banua Kalimantan Selatan. “Ini akan terus kita kawal agar banua kita tercinta terbebas dari narkoba,” tegasnya.

Setidaknya ada 4 kabupaten dan 1 kota yang ikut berpartisipasi pada kegiatan seminar tersebut. Ditambah, 35 desa se Kabupaten Banjar.

“Kami menyingkronkan hal ini kalau narkoba itu berbahaya. Makanya, paling dasarnya adalah jaga terlebih dahulu keluarga kita,” paparnya.

Piter menambahkan, setelah bekal ini diserap. Mereka yang turut hadir dalam seminar tersebut diharapkan mampu mengimplementasikan kepada masyarakat lainnya betapa bahanyanya jenis narkotika termasuk narkoba untuk generasi penerus bangsa.

“Dari pembekalan yang diberikan 6 narasumber ini mereka bisa serius untuk menimba ilmu tersebut supaya tidak akan terbuai apalagi mencoba narkoba. Selajutnya, bisa diaplikasikan melalui sosialisasi baik tingkat desa atau kabupaten,” tutupnya.

Reporter : Riswan Surya
Editor : Nasrullah

Baca Juga