Dikaitkan dengan PDAM, Begini Tanggapan mereka pasca Jalan Cor Beton dan Siring Ambruk

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

HEADLINE9,MARTAPURA – Penyebab Ambruk Jalan di Desa Dalam Pagar Ulu Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar ambruk pada Rabu sore 19 September 2018 kemarin masih belum diketahui.

Sementara Salmani waraga Desa dalam pagar menuturkan, kejadian dua kali yakni sehabis magrib dan tengah malam. Dirinya sempat panik melihat kejadian tersebut, berlarian keluar rumah melihat apa sebenarnya yang terjadi.

“Dua kali kejadiannya. Kami sebenarnya sudah lama mengeluhkan ada pipa PDAM yang bocor, tetapi laporan kami tidak ditanggapi. Air PDAM yang bocor masuk kedalam rongga-rongga tanah,” ujar Direktur Teknik PDAM Intan Banjar  Said Umar, Kamis (20/9) siang

Proyek Siring dan Beton Milik Provinsi Jebol di Dalam Pagar Ulu

Pernyataan dari warga itu lantas membuat  pihak Perusahaan Air Minum (PDAM) Intan Banjar melalui direktur teknis Said Umar angkat bicara, laporan dari warga itu telah ditindaklanjuti oleh timnya pada bulan Juli 2018 kemarin, dan hasil pengecekan kelapangan, timnya tidak menemukan adanya pipa PDAM yang bocor.

BACA JUGA :  POSPERA Ultimatum Arya Sinulingga

“Kita telah menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut pada bulan juli kemarin, dan setelah kita melakukan beberapa kali pengecekan ternyata tim tidak menemukan adanya kebocoran seperti yang dilaporkan, ”katanya.

Dia juga menambahkan, akibat terjadinya longsor di wilayah Desa Dalam Pagar itu, untuk sementara suplai air terpaksa dihentikan dulu untuk kawasan tersebut, namun pihaknya akan melakukan pemeriksaan saluran. “Sementara kita stop dulu distribusi air di sana, karena setelah longsor itu pipanya putus, jadi tindakan awal kita tutup dulu air kesana, namun akan di periksa saluran agar daerah sekitar lokasi itu dapat kita jalankan suplai airnya, ”katanya.

BACA JUGA :  SDN Sungai Pinang Lama, Kondisinya Sangat Memprihatinkan. Bantuan Pemkab Banjar  Sangat Dinantikan.

Sementara itu  Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Kalsel, H Makmur didampingi Konsultan Pengawas PT Winaya, Gawit Hidayat mengatakan, proyek ini sudah dikerjakan 2017 dengan menggunakan dana APBD Perubahan nilai kontrak Rp 1,5 miliar. Selesai akhir 2017 dan pekerjaan ini membeton lantai jalan dengan masa pemeliharaan satu tahun.

“Jadi ini sebenarnya masih dalam masa pemeliharaan, Desembar 2018 penyerahannya. Nantinya akan dibentuk tim independen untuk menyelidiki penyebab longsor dan cara-cara penanganannya,” katanya.

Diketahui Panjang proyek jalan sekitar 400 meter dan jalan yang longsor sekitar 80 meter. Selanjutnya menunggu hasil kajian tim untuk melakukan langkah-langkah penanganan.

“Mengenai kapan tim akan memeriksa untuk memastikan penyebabnya, kita akan lakukan sesegera mungkin, ”ucapnya.(SRI)

Baca Juga