Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Banjar
  4. »
  5. Realisasi Pendapatan Samsat Martapura di Triwulan I Lampui Target

Realisasi Pendapatan Samsat Martapura di Triwulan I Lampui Target

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, MARTAPURA – Realisasi penerimaan seluruh komponen utama pajak di Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Martapura pada Triwulan I diklaim melampaui target yang ditetapkan sebesar 15 persen. Dari penetapan Anggaran Kas Pendapatan (AKP) Triwulan I 2024 atau hingga 30 Maret, tercatat sudah mencapai 25 persen.

Kepala UPPD Samsat Martapura, Zulkifli, mengungkapkan, penerimaan dari Januari – Maret 2024 rata-rata capaiannya kurang lebih seperti Triwulan I di tahun sebelumnya yakni dikisaran 15 persen. Tetapi, justru target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Kalsel malah melampui dengan terkontraksi positif di atas 20 persen.

“Kalau dibagi empat secara ideal Triwulan I itu memang sebesar 25 persen kan. Selanjutnya, Triwulan II sebesar 50 persen, Triwulan III sekitar 75 persen dan Triwulan IV menjadi 100 persen. Kalau dilihat dari capaian sudah terpenuhi sebenarnya,” ungkap dia, di ruang kerjanya, Kamis (25/4/2024) siang.

Dia mengatakan, realisasi secara total keselurahan dalam tiga bulan terakhir itu ditopang melalui penerimaan utama yakni, komponen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), dan Pajak Air Permukaan (PAP).

BACA JUGA :  Kominfo dan Satpol PP Banjar Ajak Pedagang Vaksinasi

“Hingga Maret ini total keseluruhan PKB sudah mencapai Rp25.423.383.000 atau 25,3 persen. Untuk BBN-KB sudah mencapai Rp18.864.511.600 atau 28,4 persen. Nah, untuk target tahun 2024, PKB sebesar Rp100.332.095.000. Selanjutnya, BBN-KB Rp66.334.613.000,” paparnya.

Sementara dari sektor penerimaan Pajak Air Permukaan (PAP), Zulkifli, menyebut, realisasinya jauh lebih lebih baik dibandingkan Triwulan I tahun sebelumnya. Di mana, capaiannya dalam tiga bulan terakhir terkumpul sebesar Rp759.474.632 atau sekitar 27,2 persen dari target Rp2.788.120.016. Penopang utama yang mendorong penerimaan ini di antaranya industri tenaga kelistrikan, perusahaan air minum, perkebunan, sampai sektor perkebunan.

“Dibandingkan tahun 2023, lebih bagus ini penerimaannya. Yang masih banyak kontribusinya itu adalah PLN dari PLTA di riam kanan rata-rata per bulan mencapai Rp200 juta, tapi tergantung disaat musim hujan jug besar pembayarannya, beda tahun kemarin musim kemarau yang hanya per bulannya kita menerima sekitar Rp20 juta. Untuk PDAM itu ada tiga yakni, Batola, Banjar, Banjarmasin nominalnya itu sebesar Rp1 juta per bulan. Sedangkan, perusahaan batubara dan sawit itu per bulannya paling Rp100 ribu – Rp50 ribu per bulan, namun ada yang menyumbang per bulannya sekitar Rp10 juta yakni perusahaan minyak goreng Palmina,” tutup Zulkifli.

BACA JUGA :  Lantunan Selawat Habib Syech Hibur Warga Kabupaten Banjar

Diketahui, UPPD Martapura juga pernah meraih pendapatan sebesar Rp4,9 miliar atau 102,4 persen dari target Rp4,8 miliar tahun 2023. Ini terjadi karena adanya penurunan target didalam APBD perubahan yang sebelumnya harus merealisasikan Rp8 miliar dari total penetapan sebesar Rp50 miliar. Jika dilihat, angkanya telah melebihi target yang ditetapkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalsel. Akan tetapi, total target 2024 yang dipungut secara keseluruhan oleh UPPD se-Kalsel diturunkan menjadi Rp17 miliar.

Reporter : Riswan Surya
Editor      : Nashrullah

Baca Juga