Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Banjar
  4. »
  5. Menuju Generasi Sehat: Banjar Luncurkan Intervensi Pencegahan Stunting

Menuju Generasi Sehat: Banjar Luncurkan Intervensi Pencegahan Stunting

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar, bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), telah mengadakan Rapat Koordinasi untuk Pencegahan Stunting yang serentak, bertempat di Aula Barakat, Martapura, pada hari Senin, 3 Juni 2024.

Rapat ini dibuka oleh Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, dengan dukungan dari Dian Marliana, Kepala Dinsos P3AP2KB, dan Nashrullah Shadiq, Kepala Bappedalitbang. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai kepala SKPD, perwakilan Kemenag, camat, lurah, kepala Puskesmas, koordinator penyuluh KB, ketua APDESI kecamatan, serta Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Habib Idrus menekankan pentingnya pencegahan stunting melalui tindakan yang spesifik, sensitif, dan kolaboratif, mengikuti arahan Wakil Presiden RI untuk menjadikan pencegahan stunting sebagai gerakan bersama yang berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk memperluas cakupan layanan pengukuran, mendeteksi masalah gizi dan kesehatan lebih dini, serta melakukan intervensi yang tepat sasaran.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Banjar Hadiri Haul ke-66 KH Zainal Ilmi

“Kerja sama dan kolaborasi dari semua pihak, termasuk masyarakat, sangat diperlukan untuk menangani masalah stunting ini dengan efektif,” ujar Habib Idrus, yang juga menjabat sebagai Ketua TPPS Banjar.

Dalam rapat tersebut, dibahas rencana aksi bersama yang meliputi intervensi sensitif, spesifik, dan kolaboratif. Yasna Khairina, Kepala Dinkes, bersama Dian Marliana, mengumumkan bahwa rencana intervensi serentak akan diluncurkan pada 10 Juni 2024 di sebuah posyandu di Kecamatan Kertak Hanyar.

BACA JUGA :  Belasan Satpam Ngadu ke Legislatif, Plt Dirut RSUD Raza Martapura Bilang Begini Soal Outsourcing

“Kami berencana untuk melakukan pengukuran dan penimbangan secara menyeluruh. Kami berharap intervensi ini akan memungkinkan kita untuk mencapai pengukuran yang akurat di semua target,” kata Yasna.

Yasna juga menyampaikan bahwa dari data yang ada, 573 posyandu telah dilengkapi dengan antropometri untuk memantau berat dan panjang badan serta status gizi balita. Namun, terdapat 11 posyandu yang masih belum memiliki peralatan tersebut.

“Sebagai solusi, posyandu yang berdekatan dapat saling meminjamkan peralatan, atau puskesmas setempat dapat menyediakan antropometri cadangan,” pungkas Yasna.

Baca Juga