Jumat, April 4, 2025
BerandaBelanda Pernah Uji Kehebatan Datu Kelampaian. Ranjang Besi Jadi Bukti Kisahnya

Belanda Pernah Uji Kehebatan Datu Kelampaian. Ranjang Besi Jadi Bukti Kisahnya

HEADLINE9.COM, MARTAPURA-Menjelang Haul ke-213 Al-Syaikh Muhammad Arsyad bin ‘Abdullah akan digelar pada Senin 10 juni 2019 mendatang di Desa Dalam Pagar, Martapura Timur, Kabupaten Banjar.

Al-Syaikh Muhammad Arsyad bin ‘Abdullah atau yang lebih akrab disapa Datu Kelampayan itu salah satu ulama tersohor di bumi serambi Makkah. Semasa hidup beliau sangat dicintai masyarakat, bahkan hingga beliau wafat pada 3 Oktober 1812 Di Desa Dalam Pagar tepat usia (102). Makam beliau yang ada di Desa Kelampayan. Selau ramai oleh para peziarah.

Selain dapat berziarah ke makam beliau, jurnalis Headline9.com berkesempatan melihat langsung benda kesayangan Al-Syaikh Muhammad Arsyad bin ‘Abdullah yang hingga kini masih disimpan oleh pihak keluarga beliau.

Salah satu benda peninggalan almarhum adalah satu buah ranjang (tempat tidur) yang kini berada di Rumah salah satu istri beliau di Desa Dalam Pagar.

Guru H Mahjuri salah satu keturunan Al-Syaikh Muhammad Arsyad bin ‘Abdullah yang menjaga peninggalan Datu kelampayan itu bercerita banyak mengenai sejarah ranjang itu.

Dikatakan Guru H Mahjuri, ranjang itu merupakan hadiah dari Gubernur Jendral VOC saat beliau tiba dari Makkah ke Indonesia.

BACA JUGA :  Akhir Januari, 18 Los Pasar Kuliner Difungsikan

“jadi saat itu beliau baru datang dari Makkah bersama teman-teman beliau Adurrahman dari Betawi, Abdul Wahab dari Bugis, Abdussamad dari Palembang. Sampai di Betawi waktu itu disambut oleh Gubernur Belanda. Kemudian di suguhi beberapa pertanyaan. Pertanyaan pertama, Berapa dalamnya lautan? di jawab oleh syeh arsyad. Dan kemudian ditanyakan oleh insinyur kelautan, ternayata jawaban Syeh Arsyad benar. Pertanyaan kedua, Benarkah dimana ada air, disitu ada ikan? Dijawab oleh Syeh Arsyad, Benar. Terus kata mereka yang bertanya, dalam buah kelapa ada air, apakah ada ikan juga? Dijawab lagi oleh syeh Arsyad, benar ada ikan. Kemudian di ambil lah buah kelapa itu, dan di belah, ternayat benar ada ikan didalam kelapa itu. Selanjutnya pertanyaan ketiga, dalam sebuah peti Syeh Arsyad di suruh menebak apa isi sebuah peti itu. Di jawablah oleh Syeh Arsyad, didalam sebuah peti itu isinya dalah ular. Setelah dibuka ternyata benar. Maka pihak belanda kagum, padahal mereka tau yang dalam peti itu bukan lah ular yang dimasuka,” katanya

BACA JUGA :  Pernah Dikaji, Siring Penopang Jalan Desa Dalam Pagar Kembali Ambruk

Guru H Mahjuri menambahkan, saat itulah Gubernur VOC belanda memberikan gelar H Besar kepada Syeh Arsyad Al Banjari.

Selain itu Guru H Mahjuri juga menceritakan, mengenai ranjang tersebut yang menjadi mahar ketika Syeh Arsyad menikahi Ratu Aminah binti Pangeran Toha. Selain ranjang itu, beberapa benda berharga lain serta sejumlah uang yang turut menjadi mahar pernikahan itu.

“Jadi dulu pernah ada tamu dari Kaltim, orang ini berbadanbesar dan tinggi. Diperkirakan hamper dua meter. Kemudian dia meminta ijin untuk berbaring di ranjang itu. Kalau kasat mata diperkirakan ranjang itu tidak akan cukup panjangnya dengan badan pengunjung itu. Tapi setelah rebahan, ternayata pas. Tak sedikitpun kaki pengunjung itu melebihi ranjang itu,” ujar Mahjuri.

Jurnalis Headline9.com pun meminta ijin untuk mencoba berbaring di ranjang tersebut. Meski sebentar namun dirasa saat rebahan di ranjang itu terasa sangat nyaman.

Penulis Muhammad Sairi
Editor Muhammad A Syafi’i

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular