BerandaJalan Irigasi Gambut Rusak Parah, Warga Khawatir Kecelakaan Terus Berulang

Jalan Irigasi Gambut Rusak Parah, Warga Khawatir Kecelakaan Terus Berulang

headline9.com, MARTAPURA – Jalan Irigasi atau Harasi di Kelurahan Gambut, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, kembali dikeluhkan warga. Kerusakan yang terjadi di ruas RT 13 hingga RT 15 membuat jalan itu disebut seperti tak pernah benar-benar pulih.

Lubang besar, batu lepas, dan kerikil tajam terlihat di sejumlah titik. Kondisi tersebut membuat pengendara harus ekstra hati-hati, terutama pada malam hari. Warga menyebut, beberapa pengendara pernah terjatuh saat melintas, bahkan ada yang tercebur ke sungai di sisi jalan ketika berusaha menghindari lubang.

“Sudah beberapa kali kecelakaan. Ada yang menghindari lubang lalu tercebur ke sungai, ada juga yang terpeleset dari motor,” ujar Adul, warga setempat, Selasa (21/4/2026).

Menurut Adul, kecelakaan paling sering terjadi pada malam hari. Minimnya penerangan jalan umum atau PJU membuat pengendara sulit melihat lubang, terutama bagi mereka yang belum terbiasa melintas di kawasan tersebut.

Kerusakan jalan disebut mulai terasa sejak 2025, tidak lama setelah proyek rehabilitasi rampung pada 2024. Warga menilai kondisi itu cukup mengecewakan karena jalan yang semestinya bertahan lebih lama justru kembali rusak dalam waktu singkat.

BACA JUGA :  5 Mobil KPK Sambangi Kantor Brimob Banjarbaru

“Perbaikannya belum setahun, tapi sudah rusak lagi. Sampai sekarang belum ada tindak lanjut, sementara truk tetap melintas tiap hari,” katanya.

Warga menduga kerusakan semakin parah akibat banjir pada awal 2025 dan lalu lintas truk bermuatan berat yang melintas hampir setiap hari. Aktivitas kendaraan besar itu disebut berlangsung tanpa pengawasan ketat.

Sejumlah warga sempat menutup lubang secara swadaya menggunakan material seadanya. Namun, upaya itu tidak bertahan lama. Saat hujan turun atau kendaraan berat melintas, lubang kembali terbuka dan membahayakan pengguna jalan.

Beberapa titik yang dianggap rawan berada di sekitar markas pemadam kebakaran, toko bangunan, dan toko pakan burung. Di lokasi tersebut, warga menyebut kecelakaan paling sering terjadi.

Warga lainnya, Adi, mengatakan kondisi Jalan Irigasi di RT 15 juga tidak kalah memprihatinkan. Ia menyebut kecelakaan sudah beberapa kali terjadi sejak 2025 hingga 2026.

BACA JUGA :  Bupati Serahkan 2 Unit Kedoteng

“Kejadiannya hampir selalu malam hari karena gelap. Penerangan dari rumah warga tidak cukup membantu,” ujarnya.

Ketua RT 15 Kelurahan Gambut, Helman Ansari, membenarkan sedikitnya enam kecelakaan pernah terjadi di wilayahnya. Menurut dia, kerusakan jalan dan minimnya penerangan menjadi penyebab utama.

“Lubangnya ada yang cukup dalam dan sangat berbahaya. Warga sampai gotong royong menutup sementara, tapi itu tidak bertahan lama,” katanya.

Helman mengaku persoalan tersebut sudah beberapa kali disampaikan ke pihak kelurahan hingga Musrenbang tingkat kecamatan. Namun, hingga kini warga belum melihat adanya tindak lanjut nyata dari pemerintah daerah.

“Kami sudah sampaikan berkali-kali, tapi belum ada realisasi,” pungkasnya.

Warga berharap perbaikan Jalan Irigasi Gambut tidak lagi ditunda. Selain perbaikan badan jalan, mereka juga meminta pemasangan penerangan yang memadai serta pengawasan terhadap kendaraan berat agar kerusakan tidak terus berulang.

Reporter: Riswan | Editor: Nasrullah

- Advertisment -
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
headline9
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular