Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Featured
  4. »
  5. Belajar Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bernilai Ekonomis

Belajar Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bernilai Ekonomis

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

 

HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Mahasiswa dari kelompok 7 KKN Ilmu Komunikasi FISIP ULN 2019 diajak mengatasi sampah plastik oleh Bersama Dinas Lingkungan Hidup Banjar. Program kuliah kerja nyata mahasiswa ini mengambil tempat di Desa Keliling Benteng Ilir, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, kemarin.

“Plastik bermanfaat untuk kita dan dianggap masalah ketika menjadi sampah. Banyak sampah dibuang sembarangan ke sungai dan mengotori air. Kita sama-sama cari solusi mengatasi sampah plastik,” Fetia Febria dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar.DSC 0216 1

Sistem pengolahan sampah terpadu, terang Fetia Febria bisa mengurangi limbah sampah yang jadi penyebab permasalahan lingkungan. Plastik adalah salah satu limbah sampah yang paling banyak ditemukan. Kehadiran mahasiswa di Keliling Benteng harus jadi motivator mengajak masyarakat peduli tentang kebersihan lingkungan di Desa Keliling Benteng Ilir, Kecamatan Sungai Tabuk.

BACA JUGA :  Banjir Terus Hantui Warga Cempaka.

Fahruriyani, perajin daur ulang sampah mengakui ikut terlibat mengajarkan mendaur ulang sampah plastik. Limbah plastik itu bernilai ekonomi asalkan diolah kembali. Tanpa  henti, ia mengajak masyarakat dan mahasiswa melakukan praktik membuat kerajinan dari plastik.DSC 0342

BACA JUGA :  Promosi, dr Tofik Norman Hidayat kini Dirut RSUD Ratu Zalecha Martapura

“Mahasiswa yang datang serta belajar mengelola sampah plastik jadi kabar menggembirakan. Generasi muda jadi tumpuan agar program menjaga lingkungan berhasil di masa akan datang,” tutur Fahruriyani.DSC 0381

Dosen Pendamping Lapangan FISIP Ilmu Komunikasi Dr Bachruddin Ali Ahmad berharap, setelah KKN, program pengolahan sampah harus berlanjut. Menurutnya, faktor pencemaran sampah terhadap lingkungan merupakan perilaku masyarakat yang belum melihat hal ini sebagai nilai ekonomi. Maka dari itu sosialisasi kepada masyarakat desa, dapat menyadarkan tentang manfaat sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan yang bernilai ekonomi.

Baca Juga