Headline9.com, BANJARBARU – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel terus menggencarkan upaya mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) agar berkembang menjadi kategori maju dan mandiri.
Kepala Dinas PMD Kalsel, Iwan Ristianto, mengungkapkan sejumlah langkah strategis telah dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing BUMDesa di daerah.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni pembinaan langsung ke lapangan serta penyelenggaraan webinar yang membahas penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan strategi pemasaran.
“Selain pembinaan lapangan, kami juga baru-baru ini menggelar webinar terkait penyusunan SOP dan strategi pemasaran bagi BUMDesa,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, hasil pembinaan di lapangan menunjukkan masih adanya kendala mendasar yang dihadapi BUMDesa, terutama belum tersusunnya SOP yang baik serta lemahnya strategi pemasaran produk maupun jasa.
“Sebagian besar BUMDesa masih menghadapi persoalan mendasar, seperti belum memiliki SOP dan belum optimal dalam pemasaran. Ini menjadi perhatian utama kami,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Dinas PMD Kalsel mendorong pendampingan berkelanjutan melalui berbagai kegiatan, termasuk webinar yang difokuskan pada penguatan manajemen usaha dan pemasaran.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap BUMDesa dapat memiliki SOP yang jelas dan strategi pemasaran yang lebih efektif sehingga mampu meningkatkan kinerja usaha,” tambahnya.
Selain itu, saat ini Dinas PMD Kalsel juga tengah melakukan proses pemeringkatan BUMDesa untuk memetakan kondisi dan perkembangan masing-masing unit usaha desa.
“Pemeringkatan ini penting untuk melihat sejauh mana perkembangan BUMDesa, sehingga pembinaan ke depan bisa lebih terarah dan tepat sasaran,” pungkasnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemprov Kalsel berharap BUMDesa di daerah dapat terus berkembang, naik kelas menjadi lebih mandiri, serta berkontribusi nyata dalam meningkatkan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat.









