Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Featured
  4. »
  5. Istilah Kembang Bareng ; dari Hikayat Jadi Penopang Ekonomi Petani…

Istilah Kembang Bareng ; dari Hikayat Jadi Penopang Ekonomi Petani Florikultura

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

 

HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Kabupaten Banjar punya Kampung Kembang. Dari situ mengemuka istilah kambang barenteng. Kambang barentang adalah rangkaian bunga-bunga segar. Terdiri dari melati, mawar, kenanga, dan kembang kertas. Pelakunya disebut parentengan dan modelnya tidak berubah sejak dahulu.LOGO DINAS KOMINFO BANJAR stempel ini wajib ada LOGO HARI JADI KAB BANJAR KE 69 TAHUN 2019 KOMINFO BANJARfix

Versi cerita dari parentangan, istilah kampung kembang berasal dari legenda Nini Randa, Nenek Moyang Parentengan Kampung Bunga Bincau. Rangkaian bunga segar adalah aksesoris tambahan dalam budaya masyarakat Kabupaten Banjar. Selalu digunakan tiap peringatan hari besar keagamaan seperti maulid dan isra mikraj, pernikahan, tujuhbulanan, tasmiyah, khataman, sampai kematian.petik melati foto pendukung dipakai atau tidak silakan foto pendukung dipakai atau tidak. silakan

BACA JUGA :  PD Pasar Sulap Kios Kosong Menjadi Tempat Istirahat Para Jamaah Haul Abah Guru Sekumpul.

Nini Randa diyakini sosok pertama perangkai bunga. Dia penemu kembang dan menciptakan kreasi rangkaian kembang barenteng dan kembang sarai. Cerita lama ini tetap lestari dibungkus oleh sisi mistis, dan dituturkan turun temurun. Kabarnya lagi, Nini Randa berdarah biru .Terpaksa keluar dari pusat  istana. Akhirnya menyandarkan hidup membuat kerajinan kembang.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Banjar HM Fachry menjelaskan, penjual kembang barenteng semakin sejahtera karena ditopang banyaknya peziarah dan lokasi wisata religi. Pengunjung yang ingin berziarah, biasanya membelanjakan uangnya membeli kembang. Petani, perajin, dan penjual jadi kesatuan dalam bisnis florikultura.

BACA JUGA :  Polresta Banjarmasin Tetapkan Sopir BPK Sebagai Tersangka Penabrak Pesepeda Motor Hingga Tewas

Fachry menyebut, bahan baku kembang sangat mudah didapat. Semua langsung dari sentra bunga yaitu Desa Labuan Tabu, Jingah Habang Ilir, Jingah Habang Ulu, Pandak Daun, dan Bincau.  Kelebihan petani kembang, mereka yang menanam, merawat, dan panen, sekaligus pelaku utama perajin kembang. Dua istilah yang dikenal saat ini, kambang barenteng dan kambang sarai.

“Kambang sarai adalah rangkaian melati khas Martapura yang tidak kita temui di kota lain. Kambang barentang lebih variatif terdiri dari bunga-bunga segar,” pungkasnya

Baca Juga