Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Featured
  4. »
  5. Menteri Pariwisata Kunjungi Kiram dan Puji Geopark Meratus

Menteri Pariwisata Kunjungi Kiram dan Puji Geopark Meratus

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

HEADLINE9.COM, MARTAPURA-Menteri Pariwisata Arief Yahya menghadiri langsung gerakan sadar wisata di kawasan Geopark Meratus, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Selasa (13/08).

Menpar Arief Yahya pada sambutannya menjelaskan, bahwa masyarakat adalah salah satu unsur pentahelix. Yang artinya, masyarakat harus aktif mendukung iklim yang kondusif dalam pengembangan kepariwisataan. Sehingga, meningkatkan pembangunan daerah melalui kepariwisataan dan manfaatkannya bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Gerakan sadar wisata adalah sebuah kampanye yang digalakkan oleh Kemenpar. Tujuannya, agar penerapan sadar wisata dan implementasi Sapta Pesona dapat terlaksana secara bersama-sama. Harus ada sinergi pentahelix. Baik oleh masyarakat, pemerintah, akademisi, pengusaha pariwisata, maupun media,” katanya.

Arief Yahya menjelaskan, kawasan Kiram-Gunung Mawar merupakan bagian penting dari Geopark Nasional Pegunungan Meratus.

BACA JUGA :  Menjelang Sahur, Terjadi Pengeroyokan di Simpang Anem Dan Pusara

“Pegunungan Meratus ini ditetapkan menjadi Geopark Nasional di Bogor, pada tanggal 28 November 2018. Namun, peresmiannya dilakukan pada 26 Februari 2019. Nantinya, Geopark Pegunungan Meratus juga akan diusulkan untuk masuk dalam UNESCO Global Geopark (UGG) sebagai wisata kelas dunia,” ungkapnya.

Dikatakan Arief Yahya, Hal tersebut dikarenakan Pegunungan Meratus satu-satunya Geopark yang ada di daratan Kalimantan yang memiliki nilai unique, Geopark Nasional Pegunungan Meratus diharapkan dapat menjadikan pariwisata Kalsel semakin bergairah. Untuk itu, perlu juga didukung oleh SDM pariwisata yang kompeten. Serta dapat menjadi tuan rumah yang baik dalam menyambut kedatangan wisatawan.

“Melalui gerakan sadar wisata ini, kita mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk mendukung pengembangan Geopark Pegunungan Meratus. Agar menjadi destinasi pariwisata yang terjaga kebersihannya, terutama melalui pengolahan sampah dengan metode terintegrasi TPS 3 R. Reduce, Reuse, dan Recycle,” ujarnya.

BACA JUGA :  Perangi Zero Handphone, Tiga Blok Hunian Narapidana Disidak Tim Satops Patnal Pas Lapas Kelas IIB Banjarbaru

Mengingat Menpar Arief mengatakan, berdasarkan data TTCI (2017), tingkat kebersihan Indonesia berada di ranking 108 dari 136 negara, terendah di Asian.

“Saya berharap semua unsur pentahelix bisa menerapkan gerakan sadar wisata dan mengimplementasikan unsur-unsur Sapta Pesona. Yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan sarana dan prasarana kebersihan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Sebab Arief Yahya menegaskan, gerakan ini juga fokus pada kebersihan, khususnya toilet. Dikatakan, toilet merupakan wajah pariwisata suatu negara.

Baca Juga