headline9.com, RANTAU – Bunda PAUD Kabupaten Tapin Hj Faridah meminta penerapan aplikasi Pusat Informasi dan Jejaring (PIJAR) tidak dipandang sebagai tambahan beban administratif. Aplikasi tersebut diharapkan menjadi wadah berbagi informasi, inovasi dan kegiatan pendidikan anak usia dini hingga ke tingkat desa.
Pesan itu disampaikan Faridah saat kegiatan Advokasi Bunda PAUD dan Sosialisasi Penerapan Aplikasi PIJAR se-Kabupaten Tapin di Pendopo Galuh Bastari, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan untuk memperkuat jejaring Bunda PAUD. Berbagai kegiatan dan inovasi yang dilakukan di tingkat desa dapat dibagikan melalui PIJAR sehingga bisa menjadi referensi bagi wilayah lain.
“Saya ingin menekankan, tolong jangan anggap aplikasi PIJAR ini sebagai beban administratif tambahan. Justru, aplikasi ini adalah panggung kita bersama,” ujarnya.
Faridah mencontohkan program pemberian makanan tambahan yang dijalankan secara inovatif oleh Bunda PAUD di suatu desa. Kegiatan tersebut dapat diunggah ke PIJAR agar diketahui Bunda PAUD dari desa lain dan dapat diterapkan maupun dikembangkan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
“PIJAR adalah sarana bagi ibu-ibu untuk saling berbagi inspirasi. Kalau ada satu desa yang berhasil menjalankan program yang inovatif, unggah kegiatannya. Biarkan desa lain melihat, meniru dan memodifikasinya,” katanya.
Selain menjadi sarana berbagi kegiatan, Faridah mengatakan data yang dihimpun melalui PIJAR memiliki fungsi penting bagi pemerintah daerah. Data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai aktivitas Bunda PAUD di berbagai wilayah.
Informasi dari lapangan itu nantinya dapat menjadi salah satu bahan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
“Data yang ibu-ibu input di PIJAR akan menjadi dasar bagi kami di tingkat kabupaten untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran,” jelasnya.
Faridah juga mengingatkan agar deklarasi dan komitmen bersama yang dilakukan dalam kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni. Komitmen tersebut harus diwujudkan melalui kerja nyata dalam mengawal pendidikan anak usia dini.
Ia juga mendorong Bunda PAUD terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkan PIJAR secara aktif.
“Jadikan itu sebagai sumpah pengabdian kita, komitmen tulus dari hati seorang ibu, untuk benar-benar mengawal pendidikan anak-anak kita dan bersedia beradaptasi dengan kemajuan teknologi melalui aplikasi PIJAR,” pungkasnya.







