Headline9.com, BATULICIN -Mengantisipasi kesulitan air bersih saat musim kemarau, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif mendorong pembangunan sumur bor di setiap desa mulai 2027.
Program tersebut disiapkan sebagai upaya pemerintah daerah memperkuat ketersediaan sumber air bersih bagi masyarakat, terutama desa-desa yang belum terlayani jaringan PDAM.
Hal itu disampaikan Bupati Andi Rudi Latif melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanah Bumbu, Ansyari Firdaus kepada wartawan saat ditemui, di Ruang cipta Karya Kantor PUPR Tanah Bumbu, Selasa (29/9/2026).
Ansyari mengatakan, pembangunan sumur bor menjadi perhatian Bupati karena kondisi kemarau seperti sekarang membuat sebagian masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Ini sebagai dorongan Bupati Andi Rudi Latif untuk membuatkan sumur bor di desa yang lepas dari jaringan air PDAM, sehingga masyarakat yang sulit mendapatkan air pada musim kemarau tidak susah lagi mendapatkan air bersih,” ujar Ansyari.
Menurutnya, pembangunan sumur bor nantinya tidak serta-merta dilakukan di seluruh lokasi yang diusulkan. Dinas PUPR terlebih dahulu akan melakukan survei untuk memastikan potensi sumber air tanah dalam di masing-masing desa.
“Kalau memang ada potensi sumur dalam, baru kita kerjakan sumur bor di desa itu,” jelasnya.
Selain potensi sumber air, status lahan juga menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi. Lokasi yang diusulkan desa untuk pembangunan sumur bor diharapkan merupakan lahan hibah dari pemilik kepada pemerintah desa.
Hal ini dilakukan agar fasilitas tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama dan tidak menjadi milik pribadi. Dengan demikian, seluruh masyarakat desa dapat memperoleh manfaat dari sumber air yang dibangun pemerintah.
Ansyari memastikan, pembangunan sumur bor tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada 2027. Program ini diharapkan menjadi langkah antisipatif pemerintah daerah agar persoalan kekurangan air bersih saat musim kemarau dapat diminimalkan.
“Insyaallah pembangunan sumur bor itu akan dilaksanakan pada 2027, agar ke depan pada saat kemarau masyarakat tidak lagi kesulitan air bersih seperti sekarang ini,” pungkas Ansyari.







