Headline9.com, BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan mulai menyusun langkah pembinaan olahraga dan kepemudaan untuk 2027. Salah satu fokusnya ialah menyelaraskan program dan dukungan anggaran pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota, terutama untuk menghadapi agenda olahraga tahun depan.
Penyelarasan tersebut akan dibahas dalam rapat kerja bersama seluruh Dispora kabupaten/kota se-Kalsel. Forum ini menjadi penting karena pemerintah daerah masih menyusun anggaran 2027, sehingga kebutuhan pembinaan dan persiapan kompetisi perlu diperhitungkan sejak awal.
Kepala Dispora Kalsel Pebriadin Hapiz melalui Kepala Seksi Pembibitan dan Tenaga Keolahragaan, Rijal Hamid, mengatakan rapat kerja itu akan membahas program masing-masing bidang, baik olahraga maupun kepemudaan.
Menurutnya, keselarasan perencanaan diperlukan agar program pemerintah provinsi tidak berjalan sendiri, tetapi dapat didukung dan disesuaikan dengan kebutuhan di daerah.
“Harapan kita, semua program yang ada di provinsi bisa sejalan dengan program yang ada di kabupaten/kota. Melalui pertemuan ini, kita juga bisa saling berbagi informasi mengenai kebutuhan dan perkembangan olahraga di daerah,” ujar Rijal, Kamis (22/10/2026).
Dalam rapat tersebut, Dispora Kalsel akan menghadirkan kepala dinas, kepala bidang, hingga kepala seksi sebagai narasumber. Pembahasan juga mencakup persiapan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2027 yang direncanakan berlangsung di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Pembinaan atlet pelajar menjadi salah satu hal yang perlu disiapkan bersama, termasuk dukungan dari pemerintah kabupaten/kota agar potensi atlet daerah dapat berkembang dan dipersiapkan menghadapi kompetisi.
Selain POPDA, Dispora Kalsel mulai membahas persiapan menghadapi tahapan kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) melalui Pra-PON 2027.
Rijal mengatakan, keikutsertaan setiap cabang olahraga dalam babak kualifikasi akan dibahas lebih lanjut bersama pengurus cabang olahraga terkait. Pertimbangannya meliputi jadwal pertandingan dan kemampuan anggaran yang tersedia pada 2027.
Dispora Kalsel juga berupaya mengarahkan dukungan anggaran agar kebutuhan cabang olahraga dalam mengikuti Pra-PON dapat diperhitungkan sejak tahap perencanaan.
“Persiapan tersebut akan mempertimbangkan jadwal kualifikasi serta ketersediaan anggaran yang dialokasikan pada tahun 2027,” ungkapnya.
Rapat kerja ini juga akan dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi antarlembaga, termasuk menyesuaikan koordinasi apabila terjadi pergantian pejabat di lingkungan Dispora kabupaten/kota.
Dengan sejumlah agenda tersebut, rapat kerja tidak hanya membahas daftar program, tetapi juga menjadi ruang untuk menyamakan kebutuhan, target, dan dukungan anggaran. Hal ini penting agar pembinaan atlet, pelaksanaan POPDA, hingga persiapan Pra-PON tidak terkendala akibat perencanaan yang berjalan sendiri-sendiri.







