Banjarbaru, Penanganan Stunting Perlu Data Akurat

headline9.com, BANJARBARU – Pjs Wali Kota Banjarbaru Dr Bernhard E Rondonuwu, hadiri Rapat Koordinasi Pimpinan SKPD Lingkup Pemerintah Kota Banjarbaru November 2020. Bertempat di Aula Gawi Sabarataan Pemerintah Kota Banjarbaru.

Hadir juga Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Drs H Said Abdullah, seluruh Staf Ahli Wali Kota, seluruh Asisten dan seluruh Kepala SKPD Kota Banjarbaru serta Camat se Kota Banjarbaru.

Rakor membahas mengenai penanganan stunting, penyaluran bantuan bagi warga kurang mampu, kesiapan kelancaran dan partisipasi masyarakat pada Pemilu Kepala Daerah dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan serta tantangan tugas ASN di masa Pilkada dan pandemi covid-19.

Pjs Wali Kota Banjarbaru Bernhard E Rondonuwu, menyampaikan agar selalu menggunakan data, mulai dari RT/RW untuk selalu melaporkan datanya ke Kelurahan dan Kecamatan.

“Mari kita sesuai dengan topuksinya masing-masing mengecek data-data yang telah diterima,” ujarnya.

Bernhard E Rondonuwu, juga menyampaikan banyak hal yang harus di atasi, seperti masalah stunting. Karena itu, Bernhard mengetahui di lima Kecamatan yang ada di Banjarbaru, pasti memiliki data tentang stunting, dan ada berapa jumlahnya tentunya mereka sudah mengetahuinya.

“Sehingga melalui data ini, kita dapat melakukan pencegahan stunting di Banjarbaru,” ujarnya.

Bernhard, juga membahas tentang rumah kumuh yang berada di sepanjang bantaran sungai dan pemko dapat salurkan bantuan.

Tidak hanya itu, apakah masih ada rumah kumuh yang layak mendapatkan bantuan, dan itu harus didata benar-benar.

Terkait protokol kesehatan Bernhard, mengatakan sudah hampir semua SKPD dia datangi dan seluruh SKPD sudah menerapkan protokol kesehatan, mulai dari tempat cuci tangan, tisu, ada pengukur suhu tubuh dan lainnya. Dan ini tentunya harus dipertahankan terus pola ini.

Bernhard, juga mengingatkan agar protokol kesehatan pada Pemilukada. Harus tetap menjalankan protokol kesehatan.

Bernhard tidak ingin nantinya di Banjarbaru bertambah cluster baru yaitu cluster Pemilukada. Karena itu dirinya meminta agar selalu menyampaikan dan juga memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa pentingnya menerapkan protokol kesehatan dalam rangka pelasanakan Pemilukada di Kota Banjarbaru. (lin)