headline9.com, BALANGAN – Pemerintah Kabupaten Balangan meluncurkan kebijakan baru di bidang perlindungan sosial dan pendidikan dengan menjamin biaya sekolah anak yatim hingga perguruan tinggi bagi keluarga peserta program Jamsostek daerah, mulai berlaku 1 Juli 2026.
Kebijakan tersebut diumumkan Bupati Balangan Abdul Hadi sebagai penguatan manfaat program perlindungan ketenagakerjaan yang selama ini dibiayai pemerintah daerah untuk kepala keluarga usia produktif.
Melalui skema itu, dua anak dari setiap kepala keluarga peserta program yang meninggal dunia akan memperoleh jaminan pendidikan berkelanjutan mulai jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
“Mulai 1 Juli 2026, setiap kepala keluarga yang meninggal dunia, dua anak yatimnya akan dijamin pendidikannya sampai perguruan tinggi,” kata Abdul Hadi, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah nyata Pemkab Balangan dalam memperkuat jaring pengaman sosial masyarakat, terutama bagi keluarga rentan yang kehilangan tulang punggung ekonomi.
Selama tiga tahun terakhir, Pemkab Balangan telah membayarkan iuran Jamsostek bagi kepala keluarga usia produktif sebagai bentuk perlindungan sosial ketenagakerjaan. Dari program tersebut, manfaat yang sebelumnya hanya berupa santunan dan perlindungan kerja kini diperluas hingga mencakup jaminan pendidikan anak.
“Awalnya manfaat asuransi hanya perlindungan dan santunan kematian. Kini manfaatnya berkembang menjadi jaminan pendidikan bagi anak-anak mereka,” ujarnya.
Kebijakan itu dinilai sebagai inovasi sosial progresif di daerah karena tidak hanya memberikan perlindungan finansial jangka pendek kepada keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga memastikan keberlanjutan pendidikan anak-anak yatim.
Pemkab Balangan menegaskan program tersebut dirancang agar tidak ada anak yang kehilangan akses pendidikan akibat tekanan ekonomi setelah ditinggal orang tua.
Selain memperkuat perlindungan sosial, kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Balangan.
“Pemerintah ingin memastikan anak-anak yatim di Balangan tetap memiliki kesempatan yang sama untuk sekolah, melanjutkan kuliah, dan meraih masa depan yang lebih baik,” tutup Abdul Hadi.









