Baru Hari Ketiga, Progres TMMD di Malilingin Lebih 30 Persen

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

HEADLINE9.COM, KANDANGAN – Memasuki hari ketiga pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 tahun 2018 di Desa Malilingin Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Sasaran fisik dan non fisik terus digenjot.

Dandim 1003/Kandangan Letkol (Inf) Suhardi Aji Sriwijayanto mengatakan, progres dari sasaran TMMD ke-103 yang dilakukan di Desa Malilingin di hari kedua sudah bagus.

“Alhamdulillah sampai hari ketiga dari masing-masing sasaran sudah mencapai 30 persen,” ujarnya Aji selaku Dansatgas TMMD.

Supaya target dari berbagai sasaran fisik dan non fisik tercapai 100 persen, anggota yang terlibat dilakukan pembagian tugas. Pembagian tugas dilakukan untuk efisiensi kerja dan supaya setiap anggota mengetahui tugas serta tanggung jawabnya.

BACA JUGA :  Fly, Puluhan Remaja Tanggung Diamankan Satpol PP Banjar

“Sehingga seluruh obyek menjadi sasaran TMMD ke-103 dapat selesai tepat waktu,” kata Dandim.

Dari kegiatan TMMD dikerahkan pasukan sebanyak 15 orang kelompok komando (Pok Ko) Satgas Kodim 1003, tim asistensi dua orang, Satuan Setingkat Kompi (SSK) 110 orang dan masyarakat dibagi masing-masing sekitar 30 orang untuk menyelesaikan sasaran TMMD.

Pelaksanaan TMMD ke-103 tahun 2018 dilaksanakan selama 30 hari sejak 15 Oktober sampai 13 November mendatang.

Adapun sasaran fisik, sasaran pokok meliputi pengerasan badan jalan ukuran 4 meter x 1.700 meter di Desa Malilingin menuju Desa Pariangan Kecamatan Padang Batung.

BACA JUGA :  Hari Pertama Beroprasi, Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Dipadati Para Penumpang.

Serta rehabilitasi dua unit jembatan dengan ukuran jembatan 3 meter x 5,6 meter dan ukuran 6 meter x 5,6 meter dan pembuatan tiga unit slab culvert dengan ukuran 1 x 5,6 meter.

Sedangkan sasaran non fisik di bidang kesehatan masyarakat meliputi penyuluhan tentang kesehatan dan pengobatan massal, penyuluhan KB, perencanaan perkawinan dan menghindari perkawinan usia dini, pengobatan massal, sampai sunatan massal.

Pada bidang pertanian dan perkebunan meliputi penyuluhan tentang pertanian dan perkebunan. Di bidang hukum, bela negara dan Kamtibmas ada ceramah dan penyuluhan tata tertib lantas, bahaya narkoba, bahaya ISIS, siskamling, penyuluhan karhutla dan penyuluhan bela negara dan wasbang serta sosialisasi rekrutmen TNI. (mbur)

Baca Juga