headline9.com, PARINGIIN – Usai 100 hari menjabat menjadi Bupati Balangan Abdul Hadi, sampaikan pencapaian progres kinerja 100 hari Bupati dan Wakil Bupati Balangan Periode 2021-2024, di Ruang Bupati, Kantor Bupati Balangan, Kamis (10/6/2021).
Abdul Hadi menyampaikan diantara 10 program prioritas, beberapa diantaranya berprogres hingga 100%.
Melaksanakan perampingan organisasi daerah / SKPD sesuai kebutuhan dan fungsi, sudah dilaksanakan 100%. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan Tahun 2021 sudah menggunakan organisasi SKPD baru.
“Ini sudah diparipurnakan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Balangan, di hari ke 42 masa kerja.” Ucapnya.
Mempersiapkan regulasi dan mekanisme program berobat gratis menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK). Untuk kerjasama dengan BPJS tetap dilaksanakan.
“Kalau kerja sama dengan BPJS, kita juga mensyaratkan pelayanan disederhanakan. Berobat menggunakan KTP dan KK sudah jalan, regulasinya sekitar 60 persen.” ucap Abdul Hadi.
Selanjutnya mengkaji ulang regulasi dan mempersiapkan revisi peraturan bupati terkait pengembalian tunjangan daerah bagi guru bersertifikasi. Sudah dilaksanakan 90%. Tinggal pelaksanaan dan menunggu dana.
Mencanangkan kartu balangan pintar bagi anak tidak mampu sudah dalam progres, tinggal menunggu APBD perubahan, sudah mencapai 90%.
Mencanangkan pembangunan istana anak yatim sudah berprogres 100%. “Kami akan anggarkan lagi di APBD perubahan untuk mendesain ulang Kantor Perpustakaan untuk jadi istana anak yatim, dianggarkan Rp2,2 milyar tahap pertama.” ucapnya.
Membuat kebijakan melalui edaran bupati kepada SKPD dan pegawai untuk belanja kantor di wilayah Balangan, sudah dilaksanakan 100%.
Mencanangkan dan menekankan perubahan pola pikir dan pola bersikap aparatur agar lebih melayani dan berpikir inovatif, 90%. Tinggal melakukan monitoring.
Segera membangun dan meningkatkan hubungan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk percepatan pembangunan, 100%.
Menggali dan menginventarisir potensi sumber pariwisata yang potensial dan strategis, diantaranya beberapa wisata air terjun di Kecamatan Halong, sudah 100%.
Menggali dan menginventarisir potensi-potensi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang potensial dan memiliki nilai strategis, 70%.