Headline9.com, JOGYAKARTA – Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa) (PPK Ormawa) merupakan program yang diinisiasi oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Salah satu Anggota Tim PPKO HMPS Biologi UAD Bagus Dwi Danarko menyampaikan bahwa, Program ini merupakan kegiatan yang dilakukan organisasi mahasiswa untuk mengabdi selama 6 bulan di Desa.
Tim PPKO HMPS Biologi (HIMABIO) selaku penerima hibah PPK-Ormawa Kemendikbudristek bidang pemberdayaan perempuan menginisiasi sekolah non-formal yang dinamakan Women Skills Academy (WSA) dan WSA ini sendiri dibentuk di Pedukuhan Cangkring dan Ngajaran, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul.

Universitas Ahmad Dahlan pada Minggu, 16 Oktober 2022, melalui Tim PPKO HMPS Biologi sebagai pemateri melakukan pematerian berupa praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC).
POC lanjutnya, merupakan larutan dari hasil pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur.
Kelebihan dari pupuk organik ini adalah mampu mengatasi defisiensi hara secara cepat, tidak bermasalah dalam pencucian hara, dan juga mampu menyediakan hara secara cepat.
Jika dibandingkan dengan pupuk anorganik, POC umumnya tidak merusak tanah dan tanaman meskipun sudah digunakan sesering mungkin, selain itu pupuk ini juga memiliki bahan pengikat sehingga larutan pupuk yang diberikan ke permukaan tanah bisa langsung dimanfaatkan oleh tanaman.
Dijelaskanya tahapan-tahapan pembuatan POC sebagai berikut:
- Alat dan bahan untuk pembuatan POC disiapkan.
- Limbah Organik ditimbang sebanyak 2 kg kemudian dicacah menggunakan cutter.
- 2 kg Limbah Organik yang dusah dicacah kemudian dihaluskan menggunakan blender.
- Limbah Organik tersebut ditambahkan 2 L Air, 400 ml EM4 dan 400 g gula merah yang telah dihaluskan kemudian diaduk hingga homogen.
- Kemudian wadah fermentasi POC dan selang dihubungkan dengan botol berisi air untuk gas yang dihasilkan. Setelah itu wadah ditutup rapat dan direkatkan bagian yang mungkin terdapat sirkulasi udara menggunakan plastisin.
- Proses fermentasi POC limbah Organik berlangsung selama 3 minggu.
- Setelah difermentasi selama 3 minggu dilakukan pengamatan (warna larutan POC menjadi kuning kecoklatan, tidak terdapat belatung dan tidak berbau busuk) ciri tersebut merupakan tanda bahwa proses fermentasi POC berhasil.
- Substrat dipisahkan dengan cairan dengan cara disaring.
- POC siap diaplikasikan ke tanaman.
Desa Sidomulyo lanjutnya, adalah sebuah Desa yang terkenal dengan produksi pisang dan olahan pisangnya, namun limbah dari olahan pisang tersebut belum dimanfaatkan dengan baik.
Oleh karena itu, tim PPK HIMABIO merancang program WSA yang didalamnya terdapat praktik pembuatan POC dengan bahan dasar limbah pisang, sehingga limbah pisang tidak mengotori lingkungan dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan dijadikan produk POC.
Pembuatan POC dapat diterapkan pada skala terkecil di Desa yang nantinya menjadi program yang bersifat masive, akan tetapi perlu adanya tenaga pendukung seperti pemerintah sebagai pemberi dana dan pengawal program serta dibutuhkan akademisi sebagai tenaga pelatih masyarakat dalam pembuatan POC.
Apabila program ini telah terlaksana dan tercover dengan baik akan tercipta siklus alami dari masyarakat atau rasa sadar diri untuk mengurangi sampah organik melalui pembuatan POC.
Acara tersebut dibuka oleh Tim PPK HIMABIO oleh Bagus Dwi Danarko kemudian dilanjutkan dengan pematerian pembuatan POC dengan bahan utama limbah pisang yang di demostrasikan oleh Ifaldo Reva Arditama dan Hotimatul Husna. Peserta dibagi menjadi 2 kelompok yang terdiri dari 4-5 orang di setiap kelompoknya.
Untuk diketahui Bagus Dwi Danarko Biologi UAD peraih hibah PPK-Ormawa Kemendikbudristek bidang pemberdayaan perempuan