Headline9.com, BANJARBARU – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinkronisasi program riset dan inovasi daerah.
Melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta agenda pembangunan nasional melalui Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Akselerasi Inovasi Daerah, Senin (15/12/2025).
Rakortek dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, HM Syarifuddin, yang diwakili Kepala BRIDA Provinsi Kalsel, Thaufik Hidayat.
Dalam Rakortek ini, dia menekankan pentingnya forum koordinasi lintas sektor dalam menyelaraskan arah riset dan inovasi daerah.
“Diharapkan menjadi instrumen koordinasi dan sinkronisasi, khususnya dalam menyelaraskan program riset dan inovasi daerah dengan prioritas pembangunan daerah dalam RPJMD serta arah kebijakan pembangunan nasional,” katanya, saat membacakan sambutan Sekdaprov Kalsel.
Kebijakan pembangunan daerah ke depan, ungkap Thaufik, harus dirumuskan secara berbasis riset dan didukung oleh data yang akurat agar setiap program benar-benar tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat. “Perumusan kebijakan yang berbasis riset, inovasi, serta data yang dapat dipertanggungjawabkan menjadi kunci agar pembangunan daerah berjalan efektif dan berkelanjutan,” ungkap Thaufik.
Dalam kegiatan ini BRIDA Kalsel juga menghadirkan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Handry Imansyah, sebagai keynote speaker. Selain itu, turut menjadi narasumber Peneliti Senior SMERU Research Institute, Luhur Arief Bima, serta Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmadi Murjani.
BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan berharap digelarnya Rakorter itu mampu terbangunnya kesepahaman bersama antar pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah, mulai dari tahap perencanaan hingga pemanfaatan hasilnya untuk mendukung pembangunan daerah dan nasional.















