Senin, Maret 2, 2026
Berandaadvertorial2Kebun Raya Banua Dapat Target Rp1,5 M di Tengah Efisiensi Anggaran

Kebun Raya Banua Dapat Target Rp1,5 M di Tengah Efisiensi Anggaran

Headline9.com, BANJARBARU – Kebun Raya Banua bakal memaksimalkan anggaran yang ada, di tengah menghadapi tantangan efisiensi. Disisi lain, Kebun Raya Banua juga ditarget pada 2026 mampu menyumbang pendapatan Rp1,5 miliar. 

Plt Kepala Kebun Raya Banua, Firmansyah, akui, jika anggaran operasional dan kegiatan lainnya pada 2026 memang ada mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Anggaran kegiatan kita pada 2025 dialokasikan sebesar Rp13,8 miliar. Tahun ini, kita mendapatkan alokasi belanja sebesar Rp8,6 miliar. Ada pengurangan karena diberlakukannya efisiensi anggaran,” katanya, Jumat (9/1/2026).

Meskipun tak bakal menganggu kegiatan yang sudah masuk dalam perencanaan, hanya saja biaya operasional perawatan untuk sejumlah fasilitas diperlukan biaya cukup besar. “Tapi jika tidak melakukan pengadaan, rata-rata alokasi belanja untuk Kebun Raya Banua berkisar antara Rp6 miliar sampai Rp8 miliar. Yang terasa itu adalah pemeliharaan gedung, namun kita mengikuti kemampuan anggaran daerah,” paparnya.

Firman memastikan anggaran yang sudah tersedia itu tetap dimaksimalkan pihaknya. “Prioritas kita adalah tanaman endemik yang dirawat di kawasan ini agar tetap hidup, karena Kebun Raya Banua ini tidak hanya sebagai lokasi rekreasi saja tetapi konservasi dan tempat penelitian,” katanya.

BACA JUGA :  Pemkab Tanbu Bantu Pembangunan Blok Hunian Di Lapas Batulicin.

Selain terdampak efisiensi. Realisasi pendapatan Kebun Raya Banua yang ditargetkan mencapai Rp1,4 miliar dalam anggaran perubahan (APBD-P) tahun 2025, terealisasi sebesar Rp1,27 miliar.

Angka ini diklaim telah memenuhi target jika tak masuk dalam deretan perubahan. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel menargetkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2025 sebesar Rp1,2 miliar.

“Tak tercapainya target yang ditetapkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalsel disebabkan oleh pengaruh cuaca. Otomatis, jumlah pengunjung turut berdampak. Sementara penyumbang PAD di Kebun Raya Banua didominasi reservasi event dan kegiatan lainnya. Kita terus evaluasi dan target Rp1,5 miliar pada 2026, optimis tercapai,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 155.804 orang berkunjung ke Kebun Raya Banua. Capaian tersebut tercatat selama Januari – Desember 2025. “Dari total jumlah pengunjung ini sebenarnya melebihi angka nasional, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga terus memberikan dukungan. Daerah lain pun sama, contoh kunjungan ke Kebun Raya Bali menurun. Persoalannya sama, cuaca,” ucap Kasi Pengembangan dan Pemanfaatan Kawasan pada Kebun Raya Banua, Herlina Sari. 

BACA JUGA :  Mayoritas Peminat Kebun Raya Banua 70% Milenial dan Gen Z

Upaya ke depan agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat mencapai target, khususnya pada 2026. Kebun Raya Banua tengah mewacanakan berbagai langkah konkret yakni peningkatan serta pengembangan di atas luas lahan 100 hektare. Sejumlah fasilitas juga bakal digenjot, termasuk dilanjutkannya pembangunan infrastruktur dari masterplan. 

Beberapa yang telah dilengkapi, seperti; layanan transportasi (shuttle bus) dalam rangka bebas polusi (zero pollution), seluruh jalan di Kebun Raya Banua mulus beraspal, termasuk telah dilaksanakannya peningkatan kualitas pertamanan. Tahun ini, juga siap dibangun jembatan untuk menghubungkan antara pintu utama dengan pintu utara.

Reporter: Riswan | Editor: Nasrullah

- Advertisment -
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular