Headline9.com, MARTAPURA – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Banjar, H Abdul Razak, buka suara terkait kurang optimalnya penanganan kabel listik Penerangan Jalan Umum (PJU) yang sempat menjuntai di Jalan Ahmad Yani, Kilometer (KM) 14, Gambut, Kabupaten Banjar, yang ditenggarai mengancam keselamatan pengguna jalan.
“Karena ini menyangkut keselamatan warga ya seharusnya lebih optimal dilakukan. Jangan sampai membahayakan, artinya sebagai pengingat jangan sampai itu terjadi lagi,” ucapnya, saat dikonfirmasi usai Rapat Paripurna, pada Rabu (8/4/2026).
Mantan Camat Gambut itu juga mengatensi peran aktif dari masyarakat dan itu sangat diperlukan. “Minimal kelurahan dan kecamatan lebih pro aktif lagi dalam menyikapi persoalan ini sebagai bentuk pelayanan publik di wilayahnya,” katanya.
Menanggapi kritikan warga mengenai tak adanya peran pengawasan legislatif dari daerah pemilihan (Dapil) setempat, Razak yang juga Ketua Fraksi Golkar di DPRD Kabupaten Banjar dan berasal dari Dapil III (Gambut, Aluh-Aluh, Beruntung Baru dan Tatah Makmur) langsung memberi jawaban.
“Memang betul secara pengawasan, tapi kita bukan teknis dan hanya menekankan dari sisi kebijakan. Tak masalah adanya masukan masyarakat dan itu pasti kita turut perhatikan,” ungkapnya.
Komisi III DPRD Kabupaten Banjar juga bakal menekankan mitranya, khususnya Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar dalam pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) supaya tak ada lagi persoalan yang seperti ini.
“Ya, tim teknis seharusnya juga lebih sering jalan-jalan lah, meskipun Kabupaten Banjar ini wilayahnya bisa kita sebut sangat luas. Ya tolong pengawasannya juga ditingkatkan,” ucapnya.
Anggaran yang sempat dikeluhkan hingga disinyalir jadi penyebab kurang optimalnya pemeliharaan, ia menyebut jika itu sudah jadi persoalan klasik. “Itu kan sama seperti daerah lain. Tapi kan ada yang namanya skala prioritas dan masyarakat tolong juga aktif melaporkan tentu akan ditangani terkhusus kepanjangan tangan dari pemerintah daerah (Pemda) yakni camat dan lurah,” ucapnya.
Kabid Permukiman DPRKPLH Kabupaten Banjar, Ali Ilyas, menegaskan, bahwa kondisi itu tidak pernah dilaporkan kepada pihaknya. Selain itu, keterbatasan anggaran juga jadi kendala optimalisasi kegiatan pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU). “Kita bukan tak menghiraukan keselamatan pengguna jalan, tapi keterbatasan anggaran. Terkait adanya keluhan kabel PJU, memang tidak ada laporan, baik tertulis atau secara tidak tertulis,” imbuhnya. Berdasarkan klaim pihaknya, pemeliharaan sempat dilaksanakan sebelum lebaran tadi. Akan tetapi, berkaitan persoalan itu tak terkonfirmasi.
Rasa was-was muncul ketika salah satu pengendara, Imran, sempat mendengar bunyi gesekan listrik diduga sumbernya berasal dari kabel listrik PJU yang menjuntai di atas median jalan. “Saya khawatir kalau ada pejalan kaki atau pengendara lewat sana takut kesetrum,” tegasnya. Penyeberangan itu diketahui juga jadi salah satu jalur alternatif bagi jemaah pengajian rutin saban minggunya.
Selasa (7/4/2026) malam, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar akhirnya telah melakukan penanganan hasil tindaklanjut pemberitaan. Bukan berdasarkan aduan atau informasi dari kelurahan dan kecamatan.
Panjang penanganan kabel listrik PJU yang telah dilakukan DPRKPLH Kabupaten Banjar melalui tim pelaksana dari pihak ketiga yaitu 120 meter dengan metode penanganan kabel udara. Dititik yang sering jadi penyeberangan warga, di mana dari posisi kabel listrik PJU yang sebelumnya sempat menjuntai ke tanah juga telah dipindahkan pihaknya. Kegiatan tersebut ditanggung DPRKPLH melalui belanja pemeliharaan lewat APBD Murni Tahun 2026, dengan total keseluruhan, Rp1,5 miliar.
Meski begitu, penanganan yang telah dilakukan sifatnya hanya sementara. Hal ini dikarenakan DPRKPLH Kabupaten Banjar bakal melaksanakan program revitalisasi PJU, yang utamanya di atas median Jalan Ahmad Yani (protokol) di wilayah Kecamatan Gambut dan Kertak Hanyar dengan alokasi anggaran capai miliaran rupiah.
Reporter: Riswan | Editor: Nasrullah







