headline9.com, MARTAPURA – Kelurahan Gambut mengaku belum menerima laporan resmi terkait dampak kerusakan Jalan Irigasi di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Rabu (22/4/2026). Pernyataan itu disampaikan di tengah keluhan warga mengenai kondisi jalan yang rusak di sejumlah titik dan disebut kerap membahayakan pengguna jalan.
Lurah Gambut, Akhmad Syaukani, mengatakan hingga kini belum ada aduan tertulis yang masuk, baik melalui RT maupun forum Musrenbang. Menurutnya, laporan resmi diperlukan agar persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme pemerintahan.
“Tidak ada laporan, baik dari RT maupun di Musrenbang. Kalau memang ada, pasti kita tindaklanjuti, apalagi kalau sampai ada korban,” ujar Syaukani saat dikonfirmasi.
Ia mengaku belum pernah menerima informasi resmi mengenai banyaknya korban akibat kerusakan jalan tersebut dalam forum RT. Jika kondisi di lapangan dianggap darurat, ia menyarankan warga membuat laporan tertulis melalui RT setempat agar bisa diteruskan ke instansi terkait.
Syaukani menyebut penyebab kerusakan jalan belum dapat dipastikan. Namun, ia tidak menampik kemungkinan adanya pengaruh dari aktivitas truk bermuatan berat yang melintas setiap hari di kawasan tersebut.
“Kami juga tidak bisa mengawasi karena tidak ada rambu pembatas tonase. Seharusnya itu ada. Kalau rusak kemarin memang sempat banjir. Tapi kalau truk lewat tiap hari, mestinya ada laporan. Penindakan itu ranah kepolisian dan Dishub,” jelasnya.
Menurut dia, penindakan terakhir yang diingat pihak kelurahan hanya terkait sebuah toko bangunan yang diduga menggunakan badan jalan hingga memicu kemacetan.
Syaukani berharap kerusakan Jalan Irigasi dapat segera mendapat penanganan. Salah satu jalur yang bisa ditempuh, kata dia, melalui usulan pokok pikiran atau pokir anggota legislatif.
“Itu jalan provinsi. Proyeknya kalau tidak salah dikerjakan awal Juni 2024, rusak di 2025. Rehabilitasi kemarin juga lewat pokir DPRD Kalsel, bukan dari Renja PUPR. Ke depan bisa diusulkan lagi lewat proposal,” pungkasnya.
Sementara itu, berdasarkan keterangan warga, sejak 2025 hingga 2026 diduga belasan pengguna jalan mengalami kerugian akibat kerusakan parah di Jalan Irigasi. Kondisi paling banyak dikeluhkan berada di ruas RT 13 hingga RT 15, Kelurahan Gambut, Kabupaten Banjar.
Warga berharap persoalan ini tidak berhenti pada perbedaan antara keluhan lapangan dan laporan administrasi. Mereka meminta pemerintah bersama instansi terkait segera turun mengecek kondisi jalan, memasang penerangan dan rambu pembatas tonase, serta menyiapkan perbaikan agar kecelakaan tidak terus berulang.
Reporter: Riswan | Editor: Nasrullah









