HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Polres Banjar menggelar Konfrensi pers perihal pengungkapan kasus yang ditangani Polres Banjar sepanjang tahun 2020, di aula Tribrata Polres Banjar, Senin (28/12) siang.
Konfrensi pers dipimpin Kapolres Banjar, AKBP Andri Koko Prabowo yang didampingi kasat Reskrim Polres Banjar, AKP Rizky Fernandez, Kasat Lantas Polres Banjar, AKP Faizal Rahman dan Kasat Resnarkoba Polres Banjar AKP Purnoto yang diwakili KBO IPDA Andi P dan juga menghadirkan sembilan tersangka.
Hal ini bertujuan sebagai laporan kepada masyarakat dalam pengungkapan kasus dan perbandingan kasus baik itu kasus kriminal, narkoba maupun lalulintas selama tahun 2019 dan 2020.
Kasus kejahatan ditahun 2020 ini sebanyak 377 kasus dan sudah tertangani sebanyak 338 atau 89,66 %. Sementara tahun 2019 lalu 218 kasus dan sudah tertangani sebanyak 186 kasus atau 85,32%.
AKBP Andri mengakui kasus 2020 khusus kejahatan Konvensional mengalami peningkatan dibandingkan dengan 2019.
Meningkatnya jumlah kasus kejahatan ditahun 2020 ini banyak disebabkan dampak dari pandemi covid-19 yang melanda.
“Disebabkan tahun ini adalah tahun yang sulit banyak PHK, mereka kehilangan pekerjaan dan gaji yang merupakan sumber penghidupan, sehingga banyak yang mengambil jalan pintas untuk mencuri, menjambret dan melakukan kejahatan lainnya,” ujarnya.
Seperti kasus laporan tahunan sat Reskrim Polres Banjar pada 2019 kasus pencurian dengan pemberatan tercatat 54 kasus, Polres Banjar dapat menyelesaikan 50 kasus. Sedangkan, pada 2020 meningkat menjadi 91 kasus dan bisa diselesai 86
Kemudian kasus laporan Curanmor 2019 nihil namun 2020 ada 17 kasus dan dapat diselesaikan 10 kasus. Dan untuk kasus penipuan dan penggelapan pada 2019 yang belum terungkap sebagian sudah diselesaikan dalam 2020 yakni 12 laporan dan selesai 9 kasus
Sementara itu, untuk kasus pembunuhan pada 2019 tidak ada tetapi 2020 ada 5 kasus dan selesai 3. Kasus persetubuhan anak di bawah umur 7 laporan dan selesai 4. Pemerkosaan 1 kasus 100 persen selesai.
Sedangkan untuk kasus kecelakaan lalulintas, sepanjang 2020 ada 16.380 tilang, 23.567 teguran dan kecelakaan tunggal 590, dan kini di tahun 2020 berkurang yakni 87 kecelakaan dan 47 meninggal dunia, luka berat 6 dan luka ringan 96,” lanjutnya.
AKBP Andri menambahkan untuk kasus narkoba ada peningkatan yakni pada 2019 jumlah kasus 202 kasus dan pada 2020 bertambah menjadi 141 Kasus.
Ia mengakui dari sekian banyak jumlah kasus tersebut masih ada yang belum terselesaikan oleh pihaknya.
“Dan untuk kasus yang belum terselesaikan ditahun ini akan kita ungkap ditahun berikutnya,” tegasnya.