Home ยป Pemprov Kalsel Pastikan Ketersedian Bahan Pokok Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri

Pemprov Kalsel Pastikan Ketersedian Bahan Pokok Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print

HEADLINE9.COM, KALSEL – Pemerintah Provinsi Kalsel mengadakan Rakor Ketersediaan Bahan Pokok jelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah, di ruang Aberani Sulaiman Setdaprov Banjarbaru, Selasa (16/3) pagi.

Rakor dipimpin Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA dan diikuti sejumlah SKPD Pemprov Kalsel, serta Dinas terkait 13 Kabupaten/Kota.

Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA mengatakan, hasil rakor mengenai kesiapan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Yakni terkait ketersediaan 11 bahan pokok dan 7 bahan penting lainnya, distribusi dan harga.

Dikatakan Safrizal ZA, untuk 11 bahan pokok dan 7 bahan penting ketersediaannya mencukupi hingga April. Selain itu pendistribusian akan dipastikan lancar melalui jalur darat.

“Ketersediaan bahan pokok akan terus kita pantau dan koordinasikan untuk stok lebih lanjut, dengan seluruh stakeholder. Termasuk untuk jalan Gubernur Syarkawi yang menjadi salah satu jalur utama pendistribusian di Kalsel, sudah selesai proses pengerasan jalannya, dan sudah dapat dilalui walaupun tidak sebagus jalan sebelum banjir ,” ujar Safrizal kepada awak media.

Ia juga meminta masyarakat untuk ikut membantu memantau masalah ketersediaan pangan ini, termasuk dari rekan media.

“Apabila ada SMS, dengan keluhan masyarakat terkait masalah ketersediaan, distribusi dan harga bahan pokok ini, akan kami tanggapi serius,” katanya.

Sementara itu, kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel Birhasani mengatakan, setidaknya ada 4 komoditas bahan pokok dan 2 bahan penting, yang dikhawatirkan mengalami kenaikan harga jelang Ramadhan dan Idul Fitri kali ini.

“Nanti yang dikhawatirkan kenaikan harga gula pasir, cabe, bawang merah dan bawang putih untuk komoditas bahan pokok, dan BBM serta elpiji 3 kilogram,” ungkapnya.

Birhasani mengaku pihaknya telah mengkoordinasikan dengan Kabupaten/Kota, untuk mendata daerah – daerah mana saja yang akan panen.

Baca Juga