Home » BPBD Gelar Simulasi Siaga Bencana

BPBD Gelar Simulasi Siaga Bencana

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print

HEADLINE9.COM, BANJARMASIN – BPBD Provinsi Kalsel menggelar Simulasi Evakuasi Mandiri di halaman Kantor Gubernur Kalsel di Banjarmasin, Senin (26/04/2021)

Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana 2021, dihadiri Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA,  Danrem 101 Antasari Brigjen TNI Firmansyah dan Karo Operasi Polda Kalsel Moch Noor Subchan.

Simulasi diikuti anggota Tim Damkar (Pemadam Kebakaran) dengan melaksanakan simulasi pemadaman kebakaran gedung dilanjutkan dengan simulasi evakuasi korban jiwa .

Penjabat Gubernur Kalsel Safrizal ZA mengatakan tujuan dari simulasi atau latihan kesiapsiagaan ini adalah meminimalisir angka korban jiwa dengan cara perencanaan persiapan yang matang dalam menghadapi beragam jenis potensi-potensi bencana.

“Hari ini kita memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana, atau preparedness yang artinya kita sudah menyiapkan diri kita untuk menghadapi potensi-potensi bencana,” ungkapnya.

Menurutnya, apabila well prepare, maka daerah siap menghadapi segala kemungkinan.

“Dalam masyarakat yang tidak siaga, biasanya jumlah korbannya lebih banyak. Padahal cita-cita kita dalam hari kesiapsiagaan nasional adalah zero victim atau nol korban. Atau setidaknya minimum victim atau jumlah korban yang sedikit” ucap Safrizal.

Pj Gubernur  juga mengatakan urusan kebencanaan dan kebakaran ini adalah urusan wajib pelayanan dasar bagi pemerintahan daerah. Terutama kesiapsiagaan bagi masyarakat dan kelembagaan sipil dan relawan yang masih perlu diperhatikan.

Urusan bencana dan kebakaran menjadi sama pentingnya seperti kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum tata ruang, perumahan dan sosial. Penanganan bencana dan kebakaran juga termasuk dalam prioritas anggaran agar dapat memberikan pelayanan terbaik.

Adapun standar pelayanan kebencanaan dan kebakaran terbagi menjadi tiga jenis, yakin ketersediaan informasi bencana yang memuat tentang informasi penting terkait potensi-potensi bencana masing-masing wilayah dan daerah.

Kedua adalah kesiapsiagaan yang biasanya dilakukan dengan penyusunan rencana kontinjensi berdasarkan tiap-tiap potensi bencana. Dan yang terakhir adalah tanggap darurat dan pasca bencana.

Mengenai potensi  Karhutla Safrizal sampai saat ini masih belum ada terdeteksi hot spot atau titik api di daerah Kalsel.

“Kita sudah apel beberapa bulan yang lalu untuk kesiapan menghadapi karhutla dan untuk saat ini masih zero spot dan mudah-mudahan zero terus,” ucapnya.

Daerah  juga akan turunkan apel kesiapsiagaan di tingkat kabupaten/kota sampai desa untuk melakukan upaya-upaya mitigasi terhadap kebakaran hutan dan lahan.

“Kita harap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kalsel dapat minimum dengan persiapan yang lebih baik” terang Safrizal.

Sementara itu Danrem 101 Antasari Brigjen TNI Firmansyah mengatakan  dalam menghadapi potensi karhutla adalah lebih baik mencegah dan menyiapkan semua kemampuan dan peralatan daripada nanti saat diminta terjun di lapangan belum siap.

Firmansyah juga ungkap titik titik yang akan difokuskan dalam pengawasan potensi karhutla, yakni Tanah Laut, Banjarbaru, dan Batola.

”Wilayah yang berpotensi nanti kita fokus seperti biasa di Tala, Banjarbaru daerah bandara, Batola kemudian di wilayah-wilayah tertentu. Kalau kita liat hasil evaluasi tahun kemarin untuk daerah Hulu itu rata-rata daerah pegunungan tapi tidak terlalu besar, jadi kita tetap fokus di perkotaan yaitu Tanah Laut, Banjarbaru, dan Batola” ucapnya.

Karo Operasi Polda Kalsel Moch Noor Subchan menambahkan program pemerintah terkait persiapan dalam menghadapi potensi karhutla, yakni ‘ASAP Digital’ .

Ini merupakan program kolaborasi antara pemerintah dengan pengusaha sawit. D imana dalam program ini akan dipasang kamera dengan daya jangkau empat kilometer yang mampu mendeteksi titik api karhutla.

”Program ASAP Digital adalah kolaborasi antara Pemerintah dan Pengusaha Sawit yang menggunakan kamera untuk memonitor ada kebakaran api atau tidak di wilayah itu. Kamera yang digunakan memiliki jarak jangkau hingga empat kilometer” tandas Subchan. (Ril)

Baca Juga