Petani Makin Malas Jual Gabah ke Tengkulak Setelah TNI AD Gelar Sergap

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Tim Sergap Mabes TNI- AD turun langsung ke lapangan. Mereka melihat kondisi gabah yang ada di dua wilayah Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru.

Tim diketuai oleh Kolonel Arm Erwin bersama Kabid Bulog Provinsi Kalsel Budiawan dan Kasi Puanter Korem 101/ Ant langsung menuju Markas Kodim 1006/ Martapura, Jumat (2/12/2018) siang.

Sebelumnya,  tim sergap menerima pemaparan Dandim 1006/ Martapura Letkol Inf Muchammad Ghoffar Ngismangil S sos tentang perkembangan dan capaian Sergap di wilayahnya.

Sampai saat ini penyerapan gabah petani di daerah Martapura dan Banjarbaru mencapai 41 persen dari sekitar 28.000 ton gabah yang ditargetkan.

BACA JUGA :  Polres Banjar Ungkap Kasus 20 Curanmor Hasil Operasi Jaran Intan 2022

Dandim juga menuturkan, tidak ada lagi pembelian gabah oleh tengkulak. Petani memilih langsung ke pabrik penggilingan gabah dengan harga yang sudah di tentukan oleh Bulog.

Kendala lain yang dihadapi dalam penyerapan gabah antara lain kurangnya gudang dan alat pengering gabah. Ditambah kualitas gabah petani tidak memenuhi standar

karena ada musim kemarau serta menggunakan padi lokal.

Upaya yang akan kita kerjakan bersama Distan, TPH dan PPL akan perpanjangan waktu Sergap sampai dengan Desember  dimaksimalkan mencapai target 28.000 ton.

Kolonel Erwin menekankan, semua stakeholder baik TNI, Bulog dan Distan bersinergi mengatasi kendala dan hambatan dalam sergap. Usahakan target yang ditetapkan tercapai.

BACA JUGA :  Tersesat, Kukang Kalimantan Berhasil Dievakuasi

Semenjak 4 hari berkeliling di lima kabupaten di Kalsel, dirinya mengakui serapan gabah di Banjar dan Banjarbaru sangat baik. hasil serapan gabah pun di terima sesuai hasil tanam.

Saat melihat langsung  pabrik ditempat penggilingan Gabah di Desa Sungai Batang Kecamatan Martapura Timur, Kolonel Arm Erwin mendapat penjelasan dari Juli, pengelola pabrik PP Lancar Citra. Menurut Juli, rata- rata gabah yang diserap pabriknya dalam 1 minggu mencapai 30 ton padi.

“Jenisnya Siam Adil Pandak. Seiring musim kemarau kami hanya mampu menyerap kurang dari 30 ton per minggu,” tuturnya.

sumber : Kodim 1006/Martapura

Baca Juga