Home » KSOP Jelaskan Penyebab Kapal Penyebrangan KMP Jembatan Musi II ‘karam‘ Di Selat Pulau Sewangi.

KSOP Jelaskan Penyebab Kapal Penyebrangan KMP Jembatan Musi II ‘karam‘ Di Selat Pulau Sewangi.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print

BATULICIN,headline9.com – Salah satu Kapal Motor Penyeberangan (KMP) antar kabupaten rute Batulicin-Tanjung Serdang Kotabaru provinsi Kalimantan Selatan karam bersama muatannya, ditengah Selat Pulau pulau sewangi,Jumat (7/5/2021) malam sekitar pukul 19.00 WITA.

Dalam insiden tersebut, tak ada korban jiwa, namun kerugian materi atas musibah yang diakibatkan cuaca ini ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Peristiwa ini berawal posisi kapal jenis roro bernama lambung KMP Jembatan Musi II ini kandas sehari sebelumnya, yakni Kamis (6/5/2021) pukul 11.40 WITA di wilayah timur Pulau Sewangi, ditengah Selat Pulau Laut.

Kapal fery tujuan Batulicin – Tanjung Serdang ini kandas setelah hantam cuaca buruk berupa hujan lebat dan angin kencang,sehingga mengakibatkan kapal terdorong keluar lintasan ke perairan dangkal.

Namun, petugas Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kotabaru-Batulicin berhasil mengevakuasi 16 dari 23 penumpang dengan selamat. Sisanya memilih bertahan di kapal dengan alasan menjaga barang miliknya.

“Sayangnya muatan berupa kendaraan bermotor gagal dievakuasi. Yakni 4 unit truk, 1 pick up box, 1 mobil sedan dan 8 sepeda motor tertinggal didalam kapal yang mengapung dilaut,” ucap Kasi Keselamatan Berlayar Dan Patroli KSOP Kelas III KBBL, Rona Wira, Jumat (7/5/2021) saat dikonfirmasi di kantornya.

Naas, agen kapal dan KSOP setempat, gagal menarik KMP Jembatan Musi II ke dermaga, menggunakan bantuan tugboat KSA. Kapal fery penyeberangan yang dinakhodai Dwi Hendra Asmoro ini justru oleng setelahnya, Jumat (7/5/2021) malam tepat pukul 19.00 WITA.

“Kapal miring 10 derajat ke kanan dengan haluan menjorok kelaut sehingga membuat air masuk kedalam kapal hingga 1 meter,” jelasnya.

Miringnya kapal diduga akibat adanya palung didasar laut yang ditimpa KMP Jembatan Musi II ketika air surut, sehingga posisinya tidak normal seperti semula.

“Rencana awal setelah dua kali gagal mengevakuasi kapal ini, Senin depan akan ditarik ke dermaga menunggu air laut pasang setinggi 2,5 meter,” tandasnya.

Namun belum sampai waktunya, kapal keburu karam dan ini akan menghambat proses evakuasi.

Menurut Rona, hampir dipastikan muatan rusak karena terendam air. “Dan pastinya diklaim pemiliknya ke asuransi sesuai ketentuan,” pungkasnya.

Namun ia belum berani memastikan penyebab pasti musibah ini, apakah akibat human error. Tapi berawal dari cuaca.

Sementara manajemen PT Jembatan Maritim Nusantara sebagai owner KMP Jembatan Musi II belum berhasil dikonfirmasi terkait musibah ini.

Baca Juga