Pemko Banjarbaru Akan Fasilitasi Pertuni  Setempat

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

headline9.com, BANJARBARU– Pemerintah Kota Banjarbaru gelar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 Tahun 2022 Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) dan Hari Braille sedunia, di Pendopo Komplek Disabilitas Netra Kota Banjarbaru, Jalan Trikora, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, pada Rabu (26/01/2022).

Kegiatan tersebut mengangkat tema ‘Bersama Pertuni Ciptakan Rasa Persaudaaran Kekeluargaan dan Tingkatkan Minat Baca, Serta Wujudkan Generasi Tunanetra Bermartabat’.

Dalam peringatan HUT tersebut, Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Drs H Said Abdullah, MSi menyampaikan Pemerintah Kota Banjarbaru akan terus memfasilitasi, sehingga mereka dapat sejahtera dunia dan akhirat.

“Alhamdulillah, kita dapat berkomunikasi dengan kawan-kawan Pertuni. Terkait permasalahan dan permohonan mereka, InsyaAllah, akan difasilitasi,” Said Abdullah.

BACA JUGA :  Dana Desa Akan  Langsung Ditransfer  Ke Desa.

Said menambahkan, salah satu permohonan para anggota Pertuni ialah ingin adanya pelayanan kesehatan yang diadakan satu bulan sekali ke Komplek Disabilitasi Netra Kota Banjarbaru.

“Saat ini Pemerintah Kota Banjarbaru sedang berupaya agar mereka mempunyai BPJS,” tuturnya.

Dalam moment HUT Pertuni ke-56 dan Hari Braille sedunia tahun 2022, Pemerintah Kota Banjarbaru akan terus berupaya membina dan mengembangkan dari segi usaha atau UMKM seperti cara mengolah telur asin dan kue.

Selain itu, kedepannya tidak hanya braille latin yang dipelajari namun braille arab, dengan harapan para anggota Pertuni Kota Banjarbaru bisa membaca huruf arab, serta akan memfasilitas angkutan agar bisa melaksanakan Sholat Jum’at dan mengikuti majelis atau kegiatan keagamaan di Masjid Agung Al Munawwarah.

BACA JUGA :  Targetkan Cetak 15 ribu Pengusaha di Kota Banjarbaru

Sekadar diketahui, Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) adalah organisasi kemasyarakatan tunanetra tingkat Nasional yang didirikan pada tanggal 26 Januari 1966, di Surakarta oleh 4 orang tokoh tunanetra.

Pertuni bertujuan mewujudkan keadaan yang kondusif bagi tunanetra untuk menjalankan kehidupannya sebagai individu dan warga negara yang cerdas, mandiri dan produktif tanpa diskriminasi dalam segenap aspek kehidupan dan penghidupan.

Sedangkan setiap tanggal 4 Januari merupakan peringatan hari Braille yang telah diakui secara resmi oleh PBB sebagai hari besar dunia. Huruf Braille diciptakan oleh Louis Braille agar tunanetra dapat membaca dan menulis. (nsh)

Baca Juga