Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas atas Mahasiswi ULM Korban Perkosaan Oknum Polisi, Ini Tuntutannya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit
Foto Iman Satria

Headline9, BANJARMASIN Ratusan mahasiswa menggelar aksi solidaritas di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kalsel) terkait kasus pemerkosaan yang dialami oleh satu mahasiswa dari Fakultas Hukum (FH) Universitas Lambung Mangkurat (ULM).


Dengan mengenakan jaket almamater kuning, merah marun sebelumnya mereka berkumpul di halaman eks Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Kamis (27/1/2022) siang.


“Benar kami hari ini melaksanakan aksi, kali ini tidak hanya melibatkan mahasiswa FH, tetapi juga melibatkan fakultas lain, dan beberapa universitas,” kata Ardi, Koordinator Lapangan Aksi Solidaritas Mahasiswa.


Meski siang itu terik matahari cukup panas, pantauan Barito Post sekitar pukul 13.00 wita, ratusan mahasiswa sudah memadati kantor Kejati Kalsel, dan mereka berorasi.
Orasi tersebut mereka tujukan kepada instansi Polri, karena merasa tidak terima, atas kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh oknum Satresnarkoba Polresta Banjarmasin.


Aksi berjalan dengan damai, bahkan beberapa mahasiswa menggelar mimbar bebas,sementara aparat kepolisian menghadapi dengan humanis. Mereka dengan tertib duduk seraya menyaksikan satu persatu perwakilan mahasiswa membacakan puisi di hadapan umum. Menurut Ketua BEM Fakultas Hukum ULM, Andika saat berorasi di mimbar bebas, bahwa kedatangan mereka tersebut untuk menuntut keadilan.

BACA JUGA :  Dituding Hoax, Uhaib Prihatin Dengan Kisruh DPRD Tanah Bumbu


Berkaitan kasus pemerkosaan yang dialami oleh mahasiswi semester 7, yang satu almameter dengannya.


“Kami ke sini untuk menuntut keadilan terhadap saudari kami, yang menjadi korban pemerkosaan saat melakukan magang di Polresta Banjarmasin,” kata Andika. Kamis (27/1/2022).


Sementara itu Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo sempat menemui pendemo dan memastikan bahwa oknum personelnya itu bakal di Pecat Dengan Tidak Hormat (PTDH).


Sebab menurut Kapolresta, tindakan yang telah dilakukan oleh oknumnya tersebut, tidak dapat ditoleransi. Bahkan untuk meyakinkan mahasiswa, Kapolresta Banjarmasin berani mempertaruhkan jabatannya, terkait PTDH oknum personelnya tersebut.


“Ini tidak dapat ditoleransi, dan kami juga sangat mengecam tindakan tersebut. Saya pastikan yang bersangkutan di PTDH, jabatan saya taruhannya,” kata Kapolresta.

BACA JUGA :  Tindak Tegas Ilegal BBM, Direktorat Polairud Polda Kalsel Mendapatkan Penghargaan

Sementara itu Kasi Penkum Kejati Kalsel Romadu Novelino Simanjuntak SH dan jajaran juga menemui pendemo.


Romadu Novelino dengan persuasif berhasil mengajak mahasiswa berdialog dengan 10 perwakilan mahasiswa.


Sempat ngotot untuk tetap minta hadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus itu, meski Romadu Novelino memastikan yang bersangkutan sedang dalam pemeriksaan Asisten Pengawasan untuk diperiksa terkait SOP yang dijalankan dalam proses persidangan. Namun akhirnya 10 perwakilan dan dua dari pers mahasiswa memenuhi undangan dialog .


Dialog sendiri berjalan dengan lancar semua perwakilan dipersilahkan Kasi Penkum Romadu Novelino SH yang juga menghadirkan JPU Fauzan SH.

“Pertanyaan mereka semua terakomodir dan dijawab termasuk kejadian dalam sidang sempat dibuka,” beber Romadu kepada wartawan usai dialog .


Romadu Novelino mengapresiasi atas aksi penyampaian aspirasi mahasiswa yang demokratis”Kita (Kejati,red) salut akan kekompakan mahasiswa atas aksi solidaritas nya ” pungkasnya.

Penulis Mercurius

Baca Juga