Penghasilan Tak Menentu, Syarwani Tinggal 18 Tahun di Rumah Reyot dan Bocor

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Syarwani (35) warga Melayu Pematang RT 06, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar tinggal seorang diri di rumah yang kondisinya sudah tidak layak huni.

Saat ditemui www.headline9.com di kediamannya pada sabtu (24/11) menuturkan, hampir 18 tahun dirinya tinggal di rumah tersebut, di akuinya ketika hujan sering basah akibat banyaknya lubang di bagian atap rumahnya.

“Pernah lagi enaknya tidur, tiba-tiba saya merasa basah. Pas terbangun ternyata air hujan masuk dari atap yang bocor, ”katanya.

Dikatakannya, selama ini belum pernah ada perbaikan untuk rumahnya, dikarenakan tidak adanya biaya, ditambah dirinya hanya seorang tukang urut yang penghasilannya tidak menentu.

BACA JUGA :  Begini Kondisi Drainase di Kawasan Pasar Martapura.

“Hampir semua bagian sudah lapuk dan banyak lubang, mau memperbaiki sendiri saya Tidak ada biaya, kerja saya hanya tukang urut yang setiap hari belum tentu ada orang yang datang, ”ucapanya.

Karena itu dirinya sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk membedah rumahnya yang sudah tidak layak huni.

Sementara kepala Desa Melayu Pematang Asnan mengakui akan adanya warga dia yang tinggal di rumah yang tidak layak huni, namun pihaknya telah berupaya untuk membantu warganya tersebut, dengan melakukan koordinasi dengan pihak terkait pada awal tahun 2018 namun hingga kini belum ada kepastian.

BACA JUGA :  Kuota Cukup, Distribusi Lancar, Kenapa Harga Gas Elpiji Sering Mahal? Berikut Solusi Dinas Perdagangan Banjarbaru

“Kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Perkim dan Dinas Sosial, bahkan mereka sudah turun langsung mengecek ke sini, kata mereka desa kami masuk katagori kawasan kumuh. Tapi hingga kini kita belum dapat kabar lanjutan, ”ujarnya.

Saat itu Asnan bersama anggotanya menyerahkan bantuan beras sejahtera (rastra) kepada Syarwani, dan juga ke-beberapa warga tidak mampu lainnya.

“Satu rumah kita berikan satu sak beras, hari ini selain membagikan beras rastra kita juga memberikan bantuan ke musala  yang ada di desa kami,”pungkasnya.(sairi)

Baca Juga