Sambut Harjad Banjar, Pejabat Banjar Ziarah ke Datu Kalampayan

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

headline9.com, MARTAPURA – Menjelang puncak  Peringatan Hari Jadi Kabupaten Banjar ke-72 yang akan dilaksanakan 24 Agustus mendatang, Bupati Banjar H Saidi Mansyur, Wabub Habib Idrus Al Habsyie, Sekda Banjar HM Hilman beserta kepala SKPD Banjar, lakukan ziarah ke kubah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau yang lebih dikenal dengan sebutan Datu Kalampayan, di Desa Kalampayan, Kecamatan Astambul, Rabu (10/8/2022) pagi.

Setibanya dihalaman kubah, Bupati dan jajaran disambut hangat dan penuh keakraban oleh Camat Astambul Ahmad Fauzie beserta para pambakal se Kecamatan Astambul.

Dipimpin guru Ahmad Fauzan, rombongan dengan penuh takzim melantunkan Qasidah Salamullah Yaa sadah, berisi salam dan penghormatan kepada ahli kubur, baik ketika baru datang dan sebelum beranjak dari tempat duduk.

BACA JUGA :  Haul Pertama Guru Khalil dihadiri Bupati Banjar

Dilanjutkan dengan pembacaan Amaliah dan wasiat beliau, surah yasin, tahlil dan ditutup dengan doa.

Bupati Banjar Saidi Mansyur mengungkapkan, kegiatan ziarah tersebut adalah dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Banjar ke 72 dan HUT kemerdekan RI ke 77.

” Tujuan ziarah ini disamping sebagai ajang silaturahmi juga berdoa dengan perantara Datuk Kalampayan, Kabupaten Banjar yang kami pimpin dapat keberkahan dan terhindar dari bala bencana,” ungkap Saidi.

Saidi menambahkan, dengan keberkahan silaturahmi dan doa orang saleh, tugas sebagai pimpinan daerah yang ia emban bersama Habib Idrus, mendapatkan  bimbingan dan kemudahan dari Allah SWT.

BACA JUGA :  Guru Khalil Buka Peringatan Hari Santri Kabupaten Banjar Tahun 2018

” Semoga dengan pelaksanaan ziarah ini  peringatan Hari Jadi nanti mendapatkan keberkahan. Mudah-mudahan bisa menjadi agenda rutin Pemkab ke depannya,” pungkasnya.

Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari adalah ulama paling berpengaruh, pengarang Kitab Fiqh Agung Sabilal Muhtadin yang banyak menjadi rujukan bagi pemeluk agama islam bermadzhab Imam Syafi’i di Asia Tenggara, dan menjadi referensi keilmuan di Universitas Al Azhar Mesir serta pegangan ibadah umat Islam bermadzhab Imam Asy-Syafi’i di seluruh dunia.

Beliau lahir 17 Maret 1710, dan wafat 3 Oktober 1812.

Baca Juga